Jakarta, VIVA – Vespa matic bekas masih menjadi salah satu motor yang memiliki harga jual kembali cukup stabil di Indonesia. Meski usia pakainya sudah lebih dari lima tahun, beberapa model masih dibanderol mendekati harga baru karena tingginya permintaan di pasar.
Bagi yang ingin memiliki skuter bergaya Italia tersebut tanpa harus membeli unit baru, pilihan di pasar motor bekas cukup beragam. Mulai dari Vespa LX, S, Primavera, Sprint hingga GTS tersedia dengan rentang harga yang berbeda sesuai tahun produksi dan kondisinya.
Vespa LX 125 i-get menjadi model paling terjangkau untuk versi modern. Unit produksi 2017-2020 umumnya ditawarkan di kisaran Rp30 juta hingga Rp36 juta, sedangkan keluaran 2021-2024 masih berada di rentang Rp36 juta sampai Rp43 juta.
Untuk Vespa S 125 i-get, harga bekasnya tidak terpaut jauh. Motor ini banyak dijual mulai Rp31 juta hingga Rp38 juta untuk produksi 2017-2021, sementara unit yang lebih muda masih dipasarkan di kisaran Rp38 juta sampai Rp45 juta.
Model Primavera masih menjadi salah satu buruan karena desainnya yang klasik. Vespa Primavera produksi 2014-2017 kini dipasarkan sekitar Rp28 juta hingga Rp36 juta, sedangkan keluaran 2018-2021 berada di kisaran Rp37 juta hingga Rp45 juta dan produksi 2022 ke atas masih dijual sekitar Rp46 juta sampai Rp53 juta.
Sementara itu, Vespa Sprint dikenal memiliki nilai jual kembali yang paling kuat. Unit produksi 2015-2018 rata-rata dijual Rp35 juta hingga Rp42 juta, sedangkan keluaran 2019-2022 berada di kisaran Rp43 juta sampai Rp50 juta dan model 2023-2025 masih dipasarkan sekitar Rp50 juta hingga Rp57 juta.
Bagi yang menginginkan dimensi lebih besar, Vespa GTS juga tersedia di pasar motor bekas. Model GTS 150 umumnya ditawarkan mulai Rp45 juta hingga Rp60 juta, sedangkan varian GTS 300 bekas masih bertahan di atas Rp100 juta karena jumlah unitnya relatif sedikit.
Harga Vespa bekas memang cenderung lebih stabil dibanding skutik Jepang di kelas yang sama. Selain faktor merek, kondisi orisinal, riwayat servis, dan kelengkapan dokumen menjadi penentu utama nilai jual motor tersebut.






Komentar (0)