Bobby Nasution Sebut Sopir Tangki Diberhentikan Massal, Pertamina Bantah PHK dan Mogok

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap penyebab antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Menurutnya, persoalan tersebut dipicu terganggunya distribusi akibat pemberhentian pengemudi mobil tangki.

Bobby menegaskan stok BBM di Sumatera Utara sebenarnya masih mencukupi. Namun, distribusi dari terminal menuju SPBU sempat terhambat karena sejumlah truk pengangkut tidak memiliki pengemudi.

"Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal," kata Bobby saat ditemui di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).

Menurut Bobby, kondisi tersebut membuat armada pengangkut BBM tidak bisa beroperasi secara maksimal. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kemudian berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri untuk mengatasi persoalan distribusi.

"Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan Polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM," jelasnya.

Pemprov Sumut pun menyiapkan personel TNI dan Polri yang memiliki kemampuan mengemudikan mobil tangki. Mereka ditugaskan membantu distribusi sementara sekaligus mengamankan pasokan BBM ke SPBU.

Menanggapi pernyataan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara membantah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal maupun aksi mogok sopir mobil tangki. Perusahaan menyebut isu tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Mungkin berkembang di dunia media sosial, ya, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Sunardi menjelaskan Pertamina memang sedang melakukan evaluasi terhadap pengemudi mobil tangki. Namun, langkah tersebut hanya menyasar pengemudi yang dinilai memiliki kinerja kurang baik atau tidak memenuhi persyaratan.

Baca Juga: ESDM Buka Suara soal BBM Langka di Medan, Ungkap Dugaan Penyebabnya

"Tidak dalam konteks PHK massal, ya. Jadi, ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu yang kami lakukan penyesuaian," lanjutnya.

Pertamina memastikan distribusi BBM di wilayah Medan Group tetap berjalan. Meski demikian, perusahaan mengakui jumlah ritase atau perjalanan mobil tangki sempat mengalami penurunan sehingga berdampak pada kecepatan distribusi BBM ke sejumlah SPBU.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat
• 20 jam lalu
0
thumb
Apa Itu Blok Masela? Proyek Strategis Nasional yang Mangkrak 28 Tahun Kini Resmi Digarap
• 19 jam lalu
0
thumb
Petinggi FC Emmen Sudah Tawari Tim Geypens Kontrak Baru Sebelum Resmi Gabung Bali United: Dia Memilih Petualangan Lain
• 7 jam lalu
0
thumb
Serangan Siber Mulai Bidik Rantai Pasok Pangan, KFC Setop Pemesanan Online
• 6 jam lalu
0
thumb
5 Daerah di Jateng Berpotensi Hujan Ringan di Tengah Kemarau
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.