Mengapa Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina? Ini Duduk Perkaranya

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Viral video sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat (AD) mengemudikan truk tangki Pertamina pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut).

Dalam unggahan di media sosial, personel TNI disebut diterjunkan untuk membantu distribusi BBM di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumut.

Akibat pemberhentian massal

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan, antrean di sejumlah SPBU bukan disebabkan kelangkaan stok BBM, melainkan terganggunya distribusi akibat pemberhentian massal pengemudi mobil tangki.

Akibat kondisi tersebut, banyak truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi sehingga pasokan ke SPBU tersendat.

Baca juga: Penjelasan TNI soal Prajurit Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina: Bukan Mengambil Alih Tugas

“Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” kata Bobby di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).

Menurut Bobby, persoalan tersebut merupakan masalah internal antara Pertamina dan para pengemudi mobil tangki.

Meski distribusi terganggu, stok BBM di Sumatera Utara dipastikan tetap aman.

“Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM,” jelasnya.

Bukan ambil alih tugas

TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodam I/Bukit Barisan menugaskan 18 prajurit menjadi sopir truk tangki Pertamina untuk sementara guna membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengatasi gangguan distribusi BBM.

Baca juga: Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina, Ini Penjelasan Pihak Istana

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan, penugasan tersebut bersifat sementara dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Apabila distribusi BBM telah kembali normal, maka perbantuan tersebut akan berakhir,” kata Sandy dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/7/2026).

Sandy menjelaskan, bantuan itu diberikan atas permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Pertamina melalui mitra operasionalnya, PT Elnusa Petrofin, untuk mendukung kelancaran distribusi BBM hingga kondisi kembali normal.

Menurut dia, permohonan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat PT Elnusa Petrofin tertanggal 14 Juli 2026 yang meminta dukungan personel untuk pendampingan, pengamanan, dan pengawasan distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Permintaan itu mengacu pada nota kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dan TNI mengenai pengamanan obyek vital nasional strategis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berkaca dari Kasus SMAN 72 Jakarta dan MAN 3 Padang, Sekolah Belum Jadi Ruang Aman?
• 6 jam lalu
0
thumb
IHSG Ditutup Melesat 1,09%, Rupiah Menguat ke Rp 17.975 per Dolar AS
• 22 jam lalu
0
thumb
Film Pendek Indonesia Terpilih di World Premiere Asian Film Festival 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
[FULL] Kata Roy Suryo Usai Pembacaan Kesimpulan Sidang Praperadilan Kedua Kasus Ijazah Jokowi
• 14 jam lalu
0
thumb
Ujian Prabowo di Mata Investor Global
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.