Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membeberkan tengah menjajaki aksi korporasi dengan menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Setidaknya, terdapat dua kerja sama yang tengah dibidik.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I/2026, di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
“Apakah ada aksi korporasi? Jawabannya kita sedang membicarakan bersama SMF, ada dua,” ungkap Nixon.
Rencana kerja sama itu yakni pertama, sekuritisasi sekitar Rp300 miliar—Rp400 miliar. Kedua, pembelian obligasi terkait perumahan yang diterbitkan oleh BTN.
“Itu sedang kita bahas, tapi saya minta bonds-nya tier-2 capital itu kalau jadi akan kita lakukan di semester II/2026,” ujarnya.
Hingga semester I/2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun. Capaian itu tumbuh signifikan 40,8% secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan laba bersih tersebut diikuti dengan peningkatan kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun, meningkat 11,2% YoY dari Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun, pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di sektor kredit perumahan sebesar 4,8% YoY dari 317,77 triliun menjadi Rp332,88 triliun per Juni 2026 dan lonjakan kredit non-perumahan sebesar 46,1% YoY dari Rp58,34 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp85,22 triliun pada Juni 2026
Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi perseroan menanjak dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 12,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN juga mencapai Rp433,00 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 6,6% YoY dari Rp406,38 triliun periode yang sama tahun lalu.
BTN turut terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan telah menggelar berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi. Berbagai inisiatif tersebut berhasil menjaga cost of fund berada di kisaran 3,01% sepanjang semester I/2026.






Komentar (0)