jpnn.com - JAKARTA - Badan Gizi Nasional siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan waktu satu bulan untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Arahan Presiden Prabowo ini menjadi momentum bagi BGN besama kementerian/lembaga terkait menyempurnakan berbagai aspek pelaksanaan Program MBG secara menyeluruh.
BACA JUGA: Pukat UGM: Integritas Aparat Kunci Ungkap Kasus MBG
“Dalam periode tersebut, kami akan bekerja secara intensif bersama kementerian dan lembaga terkait agar implementasi program makin baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari seusai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7).
Langkah pembenahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan makin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
BACA JUGA: KPK Terima Audiensi BGN, Bahas Perbaikan Tata Kelola MBG
Selama masa pembenahan, BGN akan mengevaluasi aspek pelaksanaan program. Mulai dari penguatan tata kelola, penyempurnaan mekanisme operasional, peningkatan sistem pengawasan, hingga penguatan koordinasi dengan k/l, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana.
Pembenahan juga diarahkan untuk memastikan Program MBG dilaksanakan secara lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, yakni setiap kebijakan disusun secara matang serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
BACA JUGA: Minta Pengelola SPPG Tak Curangi Menu MBG, Prabowo: Jangan Satu Ayam Dipotong 20
Arum mengatakan proses pembenahan tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan layanan Program MBG.
Sebaliknya, dia menambahkan, evaluasi yang dilakukan diharapkan menjadi fondasi memperkuat kualitas penyelenggaraan program secara berkelanjutan.
Dengan dukungan seluruh kementerian dan lembaga, BGN optimistis pembenahan yang dilakukan dalam satu bulan ke depan kian memperkuat tata kelola Program MBG, sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi





Komentar (0)