PT Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan harga BBM nonsubsidi mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi bahan bakar untuk kendaraannya.
Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan bahwa saat ini konsumsi BBM nonsubsidi Pertamax series anjlok 18 persen.
Sementara konsumsi salah satu BBM subsidi, Pertalite, melonjak menjadi 80,3 persen dari 75,4 persen.
“Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline [bensin] itu sudah bergeser kepada BBM PSO [subsidi]. Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM [Jenis BBM Umum] JBU (nonsubsidi), khususnya Pertamax Series, terjadi penurunan hampir 18 persen,” kata Eko dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (16/7).
Masih berdasarkan catatannya, konsumsi Pertamax turun dari 23,2 persen menjadi 18,8 persen. Lalu Pertamax Turbo turun dari 1,3 persen menjadi 0,7 persen, dan Pertamax Green 95 naik tipis dari 0,1 persen menjadi 0,2 persen.
Volume Penyaluran Pertalite Naik
Volume penyaluran Pertalite mencatat kenaikan rata-rata penyaluran sebesar 9,4 persen atau sekitar 7.129 kiloliter per hari dibandingkan kondisi normal.
Sebaliknya, penyaluran Pertamax Series yang mencakup Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo turun 18 persen atau sekitar 4.476 kiloliter per hari.
Eko juga menjelaskan bahwa penurunan konsumsi Pertamax Series tersebut memang terjadi usai kenaikan harga BBM nonsubsidi pada April lalu.
“Sejak Pertamina melakukan penyesuaian harga khususnya BBM JBU per 18 April yang lalu telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk konsumsi BBM yang saat ini terjadi peningkatan konsumsi BBM khususnya produk BBM PSO, baik itu Pertalite maupun biosolar,” ujarnya.
Konsumsi Biosolar Naik
Tak hanya lini bensin, lini solar pun mengalami tren serupa di mana konsumsi Biosolar meningkat. Sementara konsumsi Pertamina Dex Series menurun.
Adapun proporsi konsumsi Biosolar meningkat dari 93,0 persen menjadi 94,2 persen. Di sisi lain, proporsi Dexlite turun dari 4,1 persen menjadi 3,5 persen dan Pertamina Dex turun dari 2,9 persen menjadi 2,3 persen.
Dari sisi penyaluran, Biosolar mengalami kenaikan rata-rata sebesar 13,9 persen atau sekitar 6.725 kiloliter per hari dibandingkan kondisi normal.
Sebaliknya, penjualan Dex Series yang terdiri dari Dexlite dan Pertamina Dex turun 6,4 persen atau sekitar 232 kiloliter per hari.
“Perilaku ini selain juga perubahan shifting dari konsumen ke sektor kendaraan, juga ada beberapa sektor kendaraan yang didominasi industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU. Ini salah satu terjadi peningkatan lonjakan hampir di semua provinsi sepanjang periode April hingga bulan Juli,” kata Eko.






Komentar (0)