Momen Ceria Ratusan Siswa Disabilitas Diajak Keliling Istana

liputan6.com
19 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus mempelajari sejarah bangsa. Mereka mengunjungi dan mengelilingi Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (16/7/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa para peserta yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Advertisement

"Pagi ini, Istana kembali membuka pintunya untuk anak-anak Indonesia. Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) hadir dalam program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Dengan penuh semangat, adik-adik penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa datang untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta dan sejarah bangsa," kata Teddy dikutip dari siaran pers, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, para siswa hadir membawa cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, serta tekad yang kuat untuk terus menimba ilmu. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk bermimpi dan berjuang meraih masa depan.

"Mereka hadir dengan cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan meraih masa depan. Hari ini menjadi pengingat bahwa semangat, tekad, dan cita-cita tidak pernah mengenal batas," tuturnya.

Teddy berharap kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta dapat menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

"Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang membekas dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa," ujar Teddy.

Teddy pun menegaskan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berharap langkah kecil yang dimulai melalui program tersebut dapat menjadi awal lahirnya generasi muda Indonesia yang mampu menciptakan karya-karya besar dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.

"Karena disabilitas bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Siapa tahu, kelak dari langkah-langkah kecil hari ini akan lahir karya-karya besar yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," pungkas Teddy.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
The Odyssey Rajai Box Office Indonesia, Jangan Buang Ibu Mulai Kehilangan Tenaga
• 3 jam lalu
0
thumb
Demokrat Lanjutkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Sudah 137 Aksi di 114 Kota-Kabupaten
• 1 jam lalu
0
thumb
Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
• 20 jam lalu
0
thumb
Alumni UGM: Kami Tak Pernah Lihat Jokowi Ikut Satu Kali Pun Acara Dies Natalis
• 13 jam lalu
0
thumb
Bantah Eksploitasi Anak, Pihak Sarwendah Beri Peringatan Agar Tak Menggiring Opini
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.