REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengembangan pelabuhan berkonsep Green Port dinilai menjadi salah satu strategi mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan efisiensi logistik. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyebut konsep tersebut telah diterapkan sejak 2018 melalui pemanfaatan energi terbarukan, digitalisasi layanan, hingga program konservasi lingkungan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, pengembangan Terminal Khusus Pupuk Kaltim mengacu pada konsep Green Port untuk menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional sekaligus mendukung transisi energi.
Baca Juga
Petrokimia Gresik Sabet Penghargaan Pelabuhan Terbaik Nasional Berbasis Green and Smart Port
Bea Cukai Tingkatkan Efektivitas Layanan Kepabeanan di Pelabuhan Tanjung Priok
Pelindo Panjang Tanam 250 Pohon Dukung Dekarbonisasi Pelabuhan
“Salah satu fokus utamanya, pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus sekaligus pengembangan ekosistem energi bersih di kawasan perusahaan,” ujar Rafli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Selain pemanfaatan energi bersih, Pupuk Kaltim juga menjalankan berbagai program konservasi sebagai bagian dari implementasi Green Port. Program tersebut meliputi konservasi rusa sambar, pelestarian terumbu karang, serta perlindungan flora endemik anggrek hitam.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Rafli mengatakan, langkah tersebut juga mendukung Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang diinisiasi pemerintah untuk meningkatkan daya saing logistik nasional, termasuk mendukung distribusi sektor pangan.
Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga mengembangkan konsep Smart Port melalui digitalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi lewat sistem iPortlog. Melalui sistem tersebut, perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi pelayanan kapal, percepatan proses bisnis, serta transparansi operasional pelabuhan.
“Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan lebih transparan,” kata Rafli.
Upaya tersebut mengantarkan Pupuk Kaltim meraih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5 dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Rafli mengatakan, penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa transformasi pengelolaan pelabuhan dapat berjalan seiring dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Kami meyakini, daya saing industri tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tapi juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Environment, Social, and Governance (ESG),” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi bagian dari transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Sejalan dengan arahan Bapak Presiden, implementasi gerakan ini ke depan tidak hanya mencakup sektor transportasi laut, tapi juga berbagai moda transportasi lainnya,” kata Dudy.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, pelabuhan memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional. Menurut dia, transformasi pelabuhan diperlukan untuk meningkatkan daya saing logistik sekaligus mendukung kelancaran distribusi pupuk.
“Dari upaya ini, pelabuhan tidak hanya menjadi infrastruktur logistik, tapi juga pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Zulkifli Hasan.
Komentar (0)