KIJA Bidik Marketing Sales Rp3,75 Triliun, Kendal Jadi Motor Utama

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jababeka Tbk. (KIJA) tetap optimistis mencapai target marketing sales sebesar Rp3,75 triliun sepanjang 2026 meskipun kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian. 

Perseroan meyakini kuatnya pipeline calon investor serta tingginya minat terhadap Kawasan Industri Kendal akan menjadi pendorong utama pencapaian target tersebut.

Corporate Secretary KIJA, Mulyadi Suganda, mengatakan hingga kuartal I/2026 telah marketing sales telah mencapai sekitar Rp540 miliar atau sekitar 14% dari target tahunan.

Namun, menurutnya, capaian tersebut belum mencerminkan prospek sepanjang tahun. Pasalnya, keputusan investasi, terutama dari investor asing, sangat bergantung pada kondisi ekonomi global maupun kebijakan perusahaan induk di negara asal masing-masing investor.

"Walaupun secara persentase baru sekitar 14%, itu tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Kalau melihat pengalaman historis, pola pencapaiannya memang seperti itu," ujarnya, dikutip, Kamis (16/7/2026).

Mulyadi menjelaskan, sebagian besar target marketing sales tahun ini diperkirakan berasal dari Kawasan Industri Kendal dengan kontribusi sekitar Rp2,5 triliun, sedangkan sisanya berasal dari kawasan industri Jababeka di Cikarang.

Baca Juga

  • Jababeka (KIJA) Incar Investasi Jepang: Dari Proyek Mitsui hingga Festival Budaya
  • Anak Usaha KIJA Bidik Marketing Sales Rp1,8 T, Ini Deretan Proyeknya
  • Langkah Jababeka (KIJA) Kejar Target SDG's

Dia menjabarkan permintaan lahan masih didominasi investor asing, terutama dari China dan sejumlah negara Asia lainnya. Sektor yang paling aktif meliputi consumer goods, tekstil, pusat data (data center), baterai, hingga industri bahan bangunan.

Menurutnya, daya tarik utama Kawasan Industri Kendal terletak pada ekosistem industrinya yang semakin matang. Kehadiran tenant yang telah beroperasi mendorong masuknya investasi lanjutan sekaligus memperkuat rantai pasok industri di kawasan tersebut.

"Kami masih melihat pipeline calon investor cukup sehat. Karena itu, kami tetap optimistis target marketing sales tahun ini dapat tercapai," katanya.

Selain mengandalkan penjualan lahan industri, Jababeka juga terus memperbesar kontribusi bisnis infrastruktur sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.

Saat ini, dari 139 tenant yang telah membeli lahan di Kawasan Industri Kendal, sekitar 50 tenant telah mulai beroperasi. Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan pendapatan dari penyediaan utilitas dan berbagai layanan infrastruktur seiring bertambahnya tenant yang memulai kegiatan operasional.

Ke depan, perseroan juga terus mempercepat transformasi bisnis menuju model yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) agar kinerja perusahaan menjadi lebih stabil dan berkelanjutan.

Dari sisi kinerja keuangan, KIJA membukukan pendapatan sebesar Rp1,19 triliun pada kuartal I/2026, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,29 triliun.

Manajemen menjelaskan penurunan tersebut bukan disebabkan melemahnya fundamental bisnis, melainkan karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan atau timing difference terkait proses serah terima proyek.

Di sisi lain, profitabilitas perseroan justru menunjukkan perbaikan. Laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp57,78 miliar pada kuartal I/2026, dibandingkan Rp43,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rekor Pertemuan Inggris Vs Argentina Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebut Sentra Produksi Pangan di Merauke, Zulhas Serukan Sosialisasi ke Seluruh Lapisan Masyarakat
• 22 jam lalu
0
thumb
Debat Purbaya vs Komisi XI soal Penempatan Dana SAL Tak Perlu Izin DPR
• 9 jam lalu
0
thumb
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Happy Water Berkedok Minuman Ringan, Dua WN China Ditangkap
• 16 jam lalu
0
thumb
Inggris Kalah Dramatis dari Argentina, Tuchel Bela Keputusan Main Defensif di Akhir Laga
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.