JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejak diinisiasi oleh Jules Rimet dan digulirkan pertama kali pada 1930, ada satu kutukan yang masih bertahan di ajang Piala Dunia.
Sepanjang sejarah turnamen ini berlangsung, belum pernah ada satu pun pelatih asing yang mampu memenangkan gelar tertinggi di olahraga sepak bola ini. Kutukan tersebut masih berlanjut setidaknya hingga 2030.
Sebab, dua finalis Piala Dunia 2026; Spanyol dan Argentina sama-sama ditangani pelatih lokal. Luis de la Fuente memimpin La Roja, sementara Albiceleste ditukangi Lionel Scaloni.
Sejatinya, Timnas Inggris mencoba mematahkan kutukan tersebut. Di Piala Dunia 2026 ini, Inggris ditangani oleh pelatih berkebangsaan Jerman, Thomas Tuchel.
Baca Juga: Lionel Scaloni Sudah Prediksi Spanyol vs Argentina Bakal Terjadi di Piala Dunia 2026
Akan tetapi, Inggris hanya mentok bermain di babak semifinal. Mereka harus mengakui keunggulan Argentina di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dengan skor 1-2.
Sepanjang sejarah Piala Dunia, capaian terjauh yang bisa diraih oleh seorang pelatih asing di Piala Dunia hanyalah menjadi runner-up, dan itu baru terjadi dua kali.
Pelatih asal Inggris, George Raynor berhasil membawa Timnas Swedia ke babak final Piala Dunia 1958. Namun, di partai puncak, Swedia menyerah 2-5 di hadapan Brasil dan Pele muda.
Dua dekade berselang, Ernst Happel, pelatih asal Austria berhasil membawa Timnas Belanda melangkah ke partai puncak Piala Dunia 1978. Namun, pasukan Happel kalah di tangan tuan rumah Argentina racikan Cesar Luis Menotti.
Baca Juga: Inggris Kalah Dramatis dari Argentina, Tuchel Bela Keputusan Main Defensif di Akhir Laga
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kutukan pelatih asing piala dunia
- Thomas Tuchel
- Piala Dunia 2026
- Piala Dunia
- Ernst Happel
- George Raynor






Komentar (0)