Ayah Menteri Haji dan Umroh KH Yusuf Hasyim Kembali Diusulkan Menjadii Pahlawan Nasional

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com - Ayah dari Menteri Haji dan Umroh KH Irfan Yusuf, yakni KH Yusuf Hasyim diusulkan kembali menjadi pahlawan nasional tahun ini. Nama Yusuf Hasyim mengemuka dan dipastijan lolos verifikasi yang dilakukan Dewan Gelar. Selain itu, putra pendiri Nahdlatul Uama KH Hasyim Asyhari tersebut telah memenuhi seluruh syarat administrasi dan substantif. 

 

Sosok JH Muhammad Yusuf Hasyim tinggal menunggu waktu untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kepastian ini mengemuka dalam seminar nasional pengusulan gelar pahlawan KH Yusuf Hasyim di Surabaya. Penyelenggara seminar ini menyebutkan seluruh dokumen dan kajian sejarah telah lolos verifikasi berlapis Dewan Gelar. Kekuatan utamanya terletak pada naskah akademik yang didukung 76 sumber primer. 

 

Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim yang menginisiasi kegiatan ini menyebutkan berdasarkan kelengkapan dokumen dan hasil kajian sejarah yang telah melalui verifikasi berlapis.

 

"Seminar ini kita laksanakan untuk menyemarakkan informasi dan mem-blow up bahwa KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi syarat. Artinya, beliau tinggal menunggu waktu untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional," ungkap Prof Asep.

 

Prof Asep menegaskan usulan pruanyang akrab disapa Pak Ud ini sebelumnya telah lolos seleksi Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Nama Kiai Yusuf Hasyim masuk dalam 20 tokoh yang diajukan kepada Presiden dari total 48 usulan. Pada tahap akhir pemerintah menetapkan 10 tokoh sebagai pahlawan nasional sementara 10 nama lainnya termasuk Kiai Yusuf Hasyim belum ditetapkan dan kini mendapat prioritas.

 

Kekuatan utama pengusulan ini terletak pada naskah akademik yang disusun dengan tumpuan sumber primer melimpah. Buku berjudul KH Muhammad Yusuf Hasyim: Hidup, Pemikiran, dan Keperjuangannya memuat sekitar 120 sumber, terdiri atas 76 sumber primer dan 36 sumber sekunder. Menurut Asep jumlah sumber primer tersebut merupakan yang terlengkap dibandingkan usulan tokoh lain yang masuk pembahasan Dewan Gelar.

 

Ketua TP2GP Prof Usep Abdul Matin menambahkan bahwa naskah akademik ini memiliki validitas tinggi karena bertumpu pada dokumen primer dari berbagai arsip resmi. Sumber-sumber tersebut mencakup arsip kolonial Belanda, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Pesantren Tebuireng, hingga dokumen keluarga.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rimini Street Ungkap Alasan Mengapa 90% Anggaran TI Gagal Dipakai untuk Inovasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Argentina vs Inggris: Tak Sekadar Bola, Dendam Perang Malvinas Membara
• 19 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik buat Timnas Indonesia, Bek Andalan Vietnam Dipastikan Absen di Piala AFF 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
Asing Borong Saham Rp 1,01 T di Sesi I, BMRI hingga ADRO Jadi Incaran
• 5 jam lalu
0
thumb
Harga cabai rawit Rp58.150/kg, telur ayam Rp29.000/kg per Kamis pagi
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.