Realisasi Investasi Kuartal II/2026 Capai Rp511,8 Triliun, Serap 742.263 Tenaga Kerja

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal II/2026 mencapai Rp511,8 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 742.263 orang.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan realisasi investasi tersebut setara 25,1% dari target investasi nasional sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp2.041,3 triliun.

"Investasi yang masuk pada tiga bulan kedua tahun 2026 mencapai Rp511,8 triliun, ini peningkatan 7,1%," ujar Rosan saat menyampaikan laporan realisasi investasi semester I/2026 di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dia menjelaskan realisasi investasi pada kuartal I/2026 mencapai Rp498,8 triliun atau sekitar 24,4% dari target tahunan. Dengan demikian, total realisasi investasi sepanjang semester I/2026 mencapai Rp1.010,6 triliun.

Pada kuartal II/2026, investasi tersebut menyerap 742.263 tenaga kerja atau meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Di tiga bulan kedua saja, penyerapan tenaga kerjanya mencapai 742.263 orang atau peningkatan 5,1%," katanya.

Baca Juga

  • Rosan Laporkan Realisasi Investasi Kuartal II Rp511,8 Triliun, Semester I 2026 Rp1.010,6 Triliun
  • Perusahaan Properti Asal Cina Investasi di IKN Rp1,25 Triliun
  • Perusahaan Korsel Guyur Investasi Rp1,2 Triliun di IKN, Garap Proyek Apa?

Rosan mengatakan komposisi investasi pada kuartal II/2026 masih relatif berimbang antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). PMDN berkontribusi 49,6%, sedangkan PMA mencapai 50,4% dari total realisasi investasi.

Dari sisi wilayah, distribusi investasi antara Pulau Jawa dan luar Jawa juga dinilai tetap seimbang, meski realisasi di luar Jawa masih sedikit lebih tinggi.

"Kalau kita lihat di kuartal kedua ini, walaupun luar Jawa masih meningkat lebih sedikit. Dan kita harapkan pemerataan ini juga makin terus berkembang untuk melihat potensi-potensi lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Rosan menilai komitmen investasi jangka panjang dari sejumlah negara mitra utama Indonesia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, masih kuat.

Dia mengaku baru kembali dari Tiongkok dan mendapati optimisme pelaku usaha terhadap prospek investasi di Indonesia tetap tinggi.

"Mereka melihat bahwa investasi ke Indonesia ini memang selalu berkembang dan berjalan baik, serta menghasilkan return yang baik juga sehingga para investor tetap berkomitmen berinvestasi di Indonesia," katanya.

Menurut Rosan, optimisme tersebut didukung upaya pemerintah menjaga iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan kepastian hukum, terutama dalam proses perizinan usaha.

"Dengan kebijakan-kebijakan yang makin baik, ini juga direspons positif oleh para investor, terutama dengan adanya peraturan pemerintah yang lebih memberikan kepastian dari segi perizinan, license, dan permit," tandas Rosan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Pastikan Penyidikan Kasus MBG di BGN Tetap Jalan Meski Pendataan Daerah Dihentikan
• 4 jam lalu
0
thumb
Pakar Tegaskan Penyerahan Perkara saat Penyidikan Tidak Ada di KUHAP: Saya Sampai Cek dan Ricek
• 20 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Taman Hutan Raya Raden Soerjo Meluas, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup
• 20 jam lalu
0
thumb
Kabar Gembira, KAI Services Buka Lowongan untuk Lulusan SMA / SMK
• 3 jam lalu
0
thumb
Asing Borong Saham Rp 1,01 T di Sesi I, BMRI hingga ADRO Jadi Incaran
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.