Dunia Kacau Balau, Prabowo Bersyukur: Kawasan Kita Dalam Keadaan Damai

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Maluku, Kamis (16/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyinggung situasi global terkini saat menghadiri groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, secara virtual dari Istana Merdeka, Kota Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026). Prabowo mengatakan, dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian.

Baca: Prabowo: Rakyat Sudah Menunggu Proyek LNG Abadi Masela Maluku 3 Dekade



"Penuh dengan konflik ketegangan bahkan perang di mana-di mana dan kita masih bersyukur kawasan kita dalam keadaan damai," ujarnya.

Prabowo pun bersyukur lantaran warisan dari pendiri-pendiri bangsa Indonesia bahwa sesungguhnya Indonesia tidak punya musuh.

"Alhamdulillah sekarang ini kita sudah menjalin hubungan baik dengan semua tetangga kita dan kita bertekad bahwa itu pendirian kita, kita bersahabat dengan semua tetangga kita, kita hormati semua negara di dunia, besar, paling besar, kuat, paling kuat maupun yang kecil, maupun mungkin yang tidak kuat," kata Prabowo.

"Ini adalah karunia kita, ini adalah sesuatu yang kita harus hargai. Dengan kondisi ini kita bersahabat sama semua negara, dalam kondisi ini kita terbuka kepada semua mitra, semua negara yang mau masuk ke Indonesia, mau bermitra sama Indonesia, mau bekerja dengan saling menguntungkan. Ini sikap kita," lanjutnya.

Tapi, menurut Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu, Indonesia sekarang sudah dewasa. Para pemimpin Indonesia pun bukan pemimpin yang bodoh, naif, dan penakut.

"Memang ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh bangsa Indonesia, yang selalu mengejek bangsa Indonesia di belakang punggung kita, memang," ujar Prabowo.

Mungkin, lanjut dia, karena kebaikan bangsa Indonesia dan keramah-tamahan bangsa yang begitu ramah, Indonesia dinilai lemah, santai, dan malas.

"Bahwa rakyat Indonesia para pribuminya hobinya tidur. Padahal rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak. Mereka yang berlayar di laut mencari makan mencari ikan itu mempertaruhkan nyawa. Di mana-mana rakyat kita kerja keras," kata Prabowo.

"Tapi kalau iklim begitu panas ya kearifan nenek moyang mengajarkan kita hindari panas saat terik matahari. Ada bangsa-bangsa yang tidak lihat bangsa kita bangun sangat pagi, ada yang ke ke ladang, cari air, cari kayu, berburu, melaut di saat gelap, kembalinya pun di saat gelap," lanjutnya.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Presiden Jerman Temui Prabowo di Istana Hari Ini

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Motor Honda Pakai Kompresor, Mobil Bekas Seirit Hybrid, hingga BYD Disorot
• 19 jam lalu
0
thumb
Banjir di Guangxi, Tiongkok Baru Saja Surut, Hujan Lebat Kembali Merendam Wilayah; Warga Khawatir Merebaknya Wabah Penyakit Pasca Banjir 
• 13 jam lalu
0
thumb
Ditinggal Berlaga di Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Justru Disatroni Maling, Begini Kondisinya
• 10 jam lalu
0
thumb
Banjir Bintang! Tom Cruise Hingga IShowSpeed akan Ramaikan Final Piala Dunia 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
Mengenal Black Coffee Theory yang Viral di Medsos
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.