Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi perjalanan satu tahun Universitas Sunan Gresik (USG), Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Menurut mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut, USG sudah mengalami kemajuan yang pesat, meskipun umur baru mencapai satu tahun.
"Ini sejarah. Insyaallah Universitas Sunan Gresik menjadi kampus termuda, tetapi tercepat kemajuannya," kata Cak Imin, sapaan akrabnya, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Walaupun demikian, dia mengingatkan USG ke depannya berfokus pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul, ilmu pengetahuan, hingga teknologi yang menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
"Saya yakin tiga syarat ini di tahun-tahun ke depan akan terwujud di Universitas Sunan Gresik sebagai syarat untuk mewujudkan kemajuan bangsa," katanya.
Apabila hal tersebut terwujud, kata dia, maka USG dapat berdampak pada kemajuan Kabupaten Gresik sebagai daerah industri yang mampu menyelamatkan seluruh perjalanan peradaban dan kebudayaan yang telah dibangun hingga menjadi warisan para leluhur dan wali.
"Dari Gresik ini, kami ingin lahir ilmuwan-ilmuwan atau para praktisi yang akan mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Selain itu, Cak Imin mengingatkan USG untuk melaksanakan tiga kewajiban sebagai perguruan tinggi, yakni berperan dalam mengatasi kemiskinan, menjadi pusat pendidikan yang siap melahirkan SDM yang siap kerja dan membuka lapangan kerja, serta melahirkan ilmu-ilmu yang benar-benar menjadi kekuatan kemajuan umat, masyarakat, bangsa dan negara.
Ia mengatakan tiga kewajiban tersebut perlu dipenuhi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Adapun dalam peringatan satu tahun atau Dies Natalis ke-1 USG pada Rabu (15/7), Menko PM menyerahkan bantuan uang pembinaan untuk warga binaan di sekitar kampus USG, serta dana riset dari pemerintah kepada sejumlah mahasiswa USG yang telah lolos dalam seleksi penerimaan proposal riset.
Menurut mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut, USG sudah mengalami kemajuan yang pesat, meskipun umur baru mencapai satu tahun.
"Ini sejarah. Insyaallah Universitas Sunan Gresik menjadi kampus termuda, tetapi tercepat kemajuannya," kata Cak Imin, sapaan akrabnya, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Walaupun demikian, dia mengingatkan USG ke depannya berfokus pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul, ilmu pengetahuan, hingga teknologi yang menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
"Saya yakin tiga syarat ini di tahun-tahun ke depan akan terwujud di Universitas Sunan Gresik sebagai syarat untuk mewujudkan kemajuan bangsa," katanya.
Apabila hal tersebut terwujud, kata dia, maka USG dapat berdampak pada kemajuan Kabupaten Gresik sebagai daerah industri yang mampu menyelamatkan seluruh perjalanan peradaban dan kebudayaan yang telah dibangun hingga menjadi warisan para leluhur dan wali.
"Dari Gresik ini, kami ingin lahir ilmuwan-ilmuwan atau para praktisi yang akan mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Selain itu, Cak Imin mengingatkan USG untuk melaksanakan tiga kewajiban sebagai perguruan tinggi, yakni berperan dalam mengatasi kemiskinan, menjadi pusat pendidikan yang siap melahirkan SDM yang siap kerja dan membuka lapangan kerja, serta melahirkan ilmu-ilmu yang benar-benar menjadi kekuatan kemajuan umat, masyarakat, bangsa dan negara.
Ia mengatakan tiga kewajiban tersebut perlu dipenuhi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Adapun dalam peringatan satu tahun atau Dies Natalis ke-1 USG pada Rabu (15/7), Menko PM menyerahkan bantuan uang pembinaan untuk warga binaan di sekitar kampus USG, serta dana riset dari pemerintah kepada sejumlah mahasiswa USG yang telah lolos dalam seleksi penerimaan proposal riset.






Komentar (0)