Tokyo (ANTARA) - Jumlah wisatawan asing ke Jepang turun 2,0 persen dari tahun sebelumnya pada enam bulan pertama 2026, yang menandai penurunan pertama dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama, data pemerintah Jepang menunjukkan.
Sekitar 21,1 juta orang mengunjungi negara tersebut pada paruh pertama (H1) tahun ini, menurut data awal yang dirilis oleh Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (Japan National Tourism Organization/JNTO) pada Rabu (15/7), dengan jumlah wisatawan dari China daratan menurun hingga lebih dari setengahnya.
Jumlah wisatawan dari China daratan anjlok sebesar 56,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 2,06 juta orang. Angka kunjungan itu terus menurun sejak Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi melontarkan pernyataan keliru soal Taiwan pada November lalu.
Total wisatawan asing pada Juni saja mencapai 3,15 juta orang, merosot 6,8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, yang menandai penurunan selama tiga bulan berturut-turut sekaligus menjadi penurunan terbesar sejak Januari 2022, menurut organisasi tersebut.
Sekitar 21,1 juta orang mengunjungi negara tersebut pada paruh pertama (H1) tahun ini, menurut data awal yang dirilis oleh Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (Japan National Tourism Organization/JNTO) pada Rabu (15/7), dengan jumlah wisatawan dari China daratan menurun hingga lebih dari setengahnya.
Jumlah wisatawan dari China daratan anjlok sebesar 56,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 2,06 juta orang. Angka kunjungan itu terus menurun sejak Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi melontarkan pernyataan keliru soal Taiwan pada November lalu.
Total wisatawan asing pada Juni saja mencapai 3,15 juta orang, merosot 6,8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, yang menandai penurunan selama tiga bulan berturut-turut sekaligus menjadi penurunan terbesar sejak Januari 2022, menurut organisasi tersebut.






Komentar (0)