Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes) Yandri Susanto memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tak akan mematikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Warung Kecil, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Dalam sambutannya di Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (16/7), pemerintah justru menyiapkan pola kolaborasi agar seluruh pelaku ekonomi desa dapat berkembang dan berkolaborasi.
“Dengan lahirnya Koperasi Desa Merah Putih, karena sudah ada Badan Usaha Milik Desa, ada UMKM, ada warung-warung kecil, insyaallah akan kita bangun kolaborasi yang luar biasa,” ujar Yandri.
Ia menegaskan, tak ada pihak yang tersingkirkan dengan kehadiran kopdes di wilayahnya.
“Tidak akan ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan. Kita akan atur sedemikian rupa, kita saling menguatkan satu sama lain,” tambah Yandri.
Lebih lanjut, BUMDes tetap menjalankan usaha yang selama ini dikelola seperti desa wisata, desa ekspor, maupun desa tematik. Sementara itu Kopdes akan membantu pemasaran produk desa serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Hasil desa-desa tematik itu juga bisa diambil oleh Koperasi Desa Merah Putih untuk dipasarkan,” kata Yandri.
Yandri menambahkan hubungan antara BUMDes dan Kopdes nantinya akan bersifat saling melengkapi satu sama lain.
“Ini simbiosis mutualisme, tidak ada yang dimatikan, tidak ada yang dipinggirkan,” ujar Yandri.






Komentar (0)