12 Saham Konglomerat Masuk Daftar Merah HSC, Ada Bakrie, Tahir, Salim dan Djarum

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham milik sejumlah konglomerat RI masuk dalam daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tertinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dari Grup Bakrie, Sinar Mas, Salim, Dato Sri Tahir, hingga Djarum tercatat dalam daftar setelah BEI menerapkan kriteria baru dalam metodologi HSC.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Grup Sinar Mas menjadi konglomerasi dengan jumlah emiten terbanyak yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). 

Saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) memiliki konsentrasi kepemilikan sebesar 99,58%, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) 99,24%, dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) 95,65%. Diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76%, hingga PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) 99,21%.

Selain Grup Sinar Mas, sederet emiten milik Grup Salim juga masuk dalam daftar HSC. Di antaranya PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dengan konsentrasi kepemilikan 98,06%, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) sebesar 94,79%, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang mencapai 99,96%. 

Dari Grup Djarum, BEI mencantumkan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) dengan tingkat konsentrasi kepemilikan 93,83% dan PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) 99,95%.

Sementara itu, emiten Grup Lippo yang masuk daftar HSC yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dengan konsentrasi kepemilikan 96,70% dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 99,42%.

Emiten milik Grup Mayapada yang dikendalikan Dato Sri Tahir juga masuk dalam daftar HSC. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) terkonsentrasi kepemilikan 97,21% dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencapai 99,99%. 

Sementara itu, dari Grup CT Corp, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) terkonsentrasi 92,71% dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencapai 95,68%.

Dari Grup Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) memiliki konsentrasi kepemilikan 99,95%. Sementara itu, emiten Grup Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) terkonsentrasi kepemilikan sebesar 98,03%.

BEI juga memasukkan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) milik Grup Jusuf Hamka dengan tingkat konsentrasi kepemilikan 96,64%. Dari Grup Bakrie, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) terkonsentrasi sebesar 97,62%. Sedangkan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) milik Grup Murdaya Poo mencapai 97,02%.

Adapun emiten pertambangan batu bara Grup Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), juga masuk dalam daftar HSC dengan tingkat konsentrasi kepemilikan hingga 98,50%.

BEI Tambah Kriteria HSC Lewat Price-Impact Ratio

Sebelumnya otoritas BEI merevisi metodologi saham HSC dengan menambahkan kriteria baru, yakni price impact ratio untuk saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Jeffrey mengatakan bursa akan melakukan penyaringan terhadap saham-saham yang memiliki price impact ratio tinggi untuk mengidentifikasi potensi saham HSC.

Jeffrey menyebut price impact ratio dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap velocity, yaitu rasio antara rata-rata volume transaksi dan jumlah saham yang beredar di publik (free float). Semakin rendah volume transaksi suatu saham, semakin rendah pula velocity-nya.

“Dengan velocity yang rendah tetapi perubahan harga yang besar tentu akan menghasilkan price impact ratio tinggi. Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya HSC,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).  

Selain itu Jeffrey mengatakan evaluasi berdasarkan price impact ratio akan diterapkan secara berkala setiap tiga bulan terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Peninjauan tersebut akan mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.

Di sisi lain, factor yang digunakan dalam pengawasan tetap akan berlaku untuk seluruh saham dan dilakukan secara insidental, tidak mengikuti jadwal evaluasi berkala. Dengan kriteria baru itu, kata Jeffrey, BEI akan segera mengumumkan 37 saham baru yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC). Penambahan itu membuat jumlah saham yang masuk dalam daftar HSC naik menjadi 51 saham. 

“Sehingga total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham, sekali lagi ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kami lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien,” ucap Jeffrey.

Berikut total 51 emiten yang masuk daftar HSC:

No.Kode EmitenPerusahaanTerkonsentrasi (%)1AGIIPT Samator Indo Gas Tbk97,75%2ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk97,62%3BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk92,71%4BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk99,95%5BELIPT Global Digital Niaga Tbk93,83%6BINAPT Bank Ina Perdana Tbk94,79%7BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk99,14%8BNLIPT Bank Permata Tbk99,92%9BRENPT Barito Renewables Energy Tbk97,31%10BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk99,78%11BYANPT Bayan Resources Tbk98,50%12CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk96,64%13CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk99,41%14DCIIPT DCI Indonesia Tbk99,96%15DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk97,35%16DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk98,06%17DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk95,76%18ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk98,90%19FAPAPT FAP Agri Tbk99,77%20FILMPT MD Entertainment Tbk92,98%21FITTPT Hotel Fitra International Tbk95,00%22GEMSPT Golden Energy Mines Tbk99,24%23HATMPT Habco Trans Maritima Tbk96,09%24IFSHPT Ifishdeco Tbk99,77%25KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk98,40%26KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk95,08%27LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk99,21%28MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk98,62%29MEGAPT Bank Mega Tbk95,68%30MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk95,94%31MGROPT Mahkota Group Tbk93,76%32MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk97,02%33MLPTPT Multipolar Technology Tbk99,42%34MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk95,65%35MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk99,99%36PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk99,95%37POLUPT Golden Flower Tbk99,94%38PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk99,84%39RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk98,03%40RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk95,35%41ROCKPT Rockfields Properti Indonesia99,85%42SATUPT Kota Satu Properti Tbk94,27%43SILOPT Siloam International Hospitals Tbk96,70%44SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk99,58%45SOHOPT Soho Global Health Tbk99,93%46SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk98,35%47SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk97,21%48STTPPT Siantar Top Tbk94,95%49TCPIPT Transcoal Pacific Tbk94,10%50WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk95,82%51YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk99,91%

Sumber: data BEI 




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mentan Amran Beri Beasiswa dan Modal Usaha untuk Mahasiswa Penjual Mochi di USU
• 2 jam lalu
0
thumb
Sedang Berlangsung Panas! Link Live Streaming Inggris Vs Argentina, Ini Susunan Pemain Resmi dan Cara Nonton Gratis
• 15 jam lalu
0
thumb
Kejagung Pastikan Penyidikan Kasus MBG Tetap Jalan, Sudah Periksa Lebih dari 50 Saksi
• 21 jam lalu
0
thumb
Mengapa Sejumlah SD di Daerah Kekurangan Siswa?
• 10 jam lalu
0
thumb
Siap Tayang 23 Juli 2026, Film Anak-Anak Bambu Usung Cerita Hangat tentang Keluarga Tanpa Ikatan Darah
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.