JD Vance Tuding Sejumlah Pejabat Israel Berupaya Perpanjang Perang AS-Iran tanpa Batas Waktu

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Rabu (15/7/2026) mengatakan sejumlah pejabat Israel berupaya memperpanjang konflik dengan Iran tanpa batas waktu. Cara yang mereka gunakan adalah dengan memanipulasi opini publik di AS.

"Ada segelintir orang di sistem [pemerintahan Israel] yang kami yakini tanpa sedikit pun keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang [dengan Iran] terus berlanjut tanpa batas waktu," kata Vance selama podcast dengan Joe Rogan.

Baca Juga
  • Sembilan Bulan Perundingan Gaza: Apa yang Sudah Tercapai dan Bagaimana Masa Depannya?
  • Final Piala Dunia 2026, Israel vs Palestina?
  • Komjak Desak Kejagung tak Main Mata Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie

Ia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan tetap meluncurkan kampanye militer terhadap Iran, terlepas dari pengaruh Israel, karena ia sangat yakin Teheran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir. Al-Monitor, yang mengutip sumber keamanan Israel, melaporkan bahwa Israel khawatir pemerintahan Trump kehilangan tekadnya untuk melenyapkan persenjataan nuklir Iran dan mengalihkan fokusnya ke keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Militer AS beberapa kali meluncurkan serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. Pusat Komando AS (CENTCOM) mengklaim rentetan serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pasukan Iran kemudian merespons aksi AS tersebut, dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah.

Sebelumnya pada Ahad, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya intervensi AS di kawasan tersebut menyusul gelombang aksi saling serang kedua Negara.

Pada 13 Juli, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz dan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Susunan Pemain Inggris vs Argentina: Messi Lawan Harry Kane
• 13 jam lalu
0
thumb
Ini yang Membuat Sandy Walsh Tak Ragu Terima Tawaran Persib Bandung
• 5 jam lalu
0
thumb
Dirut Agrinas ke Anggota DPR PDIP soal Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T: Datanya Mana
• 53 menit lalu
0
thumb
Turki Gelar Peringatan Hari Demokrasi, Kenang Kegagalan Upaya Kudeta 2016
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemensos Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota dan Pelaku Usaha KDMP
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.