Inggris Kalah dari Argentina, Thomas Tuchel dan Harry Kane Akui Kekuatan Lawan

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Pelatih Inggris Thomas Tuchel tampak kecewa usai Lautaro Martinez berhasil lolos mencetak gol ke gawang anak asuhnya. Laga berakhir dengan skor 1-2 atas kemenangan Argentina di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (Sumber: AP Photo/Stephanie Scarbrough )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Langkah tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak semifinal. Dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium pada Rabu 15 Juli 2026 waktu setempat, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor tipis 1-2.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi skuad The Three Lions yang sempat memimpin jalannya laga sebelum akhirnya tertekan oleh serangan balik Argentina.

Inggris lebih dahulu mencetak gol melalui Anthony Gordon menit-55'. Sedangkan dua gol balasan Argentina terjadi menit akhir babak kedua yang dicetak Enzo Fernandez menit-85' dan Lautaro Martinez menit-90'+2'.

Tak hanya itu, momen emosional tersaji usai peluit panjang dibunyikan, di mana kapten Inggris, Harry Kane, menerima ucapan selamat dari megabintang Argentina, Lionel Messi.

Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui adanya penurunan performa yang signifikan dari anak asuhnya setelah mereka berhasil mencetak gol keunggulan.

"Kami kecewa, kami sudah sangat dekat tetapi kami menjadi terlalu pasif setelah mencetak gol dan membiarkan banyak peluang terjadi," ujar Tuchel dikutip laman resmi FIFA.

Baca Juga: Kata Pelatih Spanyol soal Calon Lawan di Final Piala Dunia 2026, Pilih Inggris atau Argentina?

Tuchel juga menyoroti hilangnya kontrol permainan dan kerentanan timnya terhadap umpan silang lawan.

"Kami tidak bisa membalikkan penguasaan bola dan kemudian kebobolan dari begitu banyak umpan silang, peluang, dan tembakan. Kami hampir berhasil tetapi tidak bisa menjaga level permainan setelah mencetak gol," ucapnya.

Lebih lanjut, Tuchel menjelaskan bahwa keputusannya melakukan pergantian pemain ke formasi lima bek adalah upaya taktis untuk menutup celah di pertahanan.

"Saya juga melakukan pergantian pemain ofensif di pertandingan terakhir, kami hanya mencoba membantu para pemain. Kami langsung kebobolan dan kami memutuskan untuk beralih ke lima bek karena celah yang ada terlalu terbuka," ucapnya.

Ia juga melihat tim lawan sangat kuat dalam duel udara dan sekejap mengganti strategi bertahan dengan lima bek di lini pertahanan.

Penulis : Rizky Ade Saputro Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : FIFA

Tag
  • Argentina
  • Inggris
  • Thomas Tuchel
  • Harry Kane
  • Piala Dunia 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Soal Kasus Korupsi-TPPU, Status Febrie Adriansyah Jadi Saksi
• 21 jam lalu
0
thumb
IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasi Saham BUMI, TINS, MAPA, HMSP
• 8 jam lalu
0
thumb
Pramono Minta Tumpukan Sampah TPS Rusun Waduk Pluit Diselesaikan dalam 10 Hari
• 18 jam lalu
0
thumb
Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket: Sebagai Offtaker
• 23 jam lalu
0
thumb
BNPT Respons Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.