jpnn.com, BATAM - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam memulangkan 55 orang telantar ke daerah asalnya sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026. Hal itu dilakukan berkat penerapan kebijakan peningkatan intensitas patroli dan pengawasan ruang publik
Kepala Dinsos PM Kota Batam Zulkifli Aman mengungkapkan bahwa melonjaknya angka pemulangan warga telantar tahun ini, yang sudah hampir menyamai total capaian sepanjang 2025 sebanyak 65 orang, merupakan dampak langsung dari intensifnya penjangkauan di lapangan.
BACA JUGA: Penempelan Stiker Penerima Bansos Dikeluhkan, Dinsos Semarang Akan Kaji Ulang
"Iya, langsung mendapatkan atensi dari pimpinan. Lebih banyak juga kami lakukan penjangkauan karena kolaborasi dengan tim Satpol PP," ujar Zulkifli saat dihubungi di Batam, Rabu (15/7).
Zulkifli mengatakan puluhan warga telantar tersebut kini telah dikembalikan ke keluarga mereka di berbagai provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Riau, Jakarta, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat.
BACA JUGA: Pengusiran Siswa Disabilitas SLBN A Pajajaran dari Asrama, Dinsos Jabar Buka Suara
Keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari perubahan strategi pengawasan yang jauh lebih intensif di tahun 2026. Dinsos PM Batam tercatat meningkatkan frekuensi patroli spesifik menjadi enam kali setiap bulan, dari yang sebelumnya hanya dua hingga tiga kali per bulan pada tahun lalu, diselingi dengan patroli harian.
Taktik tersebut diperkuat dengan kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam, sehingga setiap laporan mengenai keberadaan warga telantar maupun Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di ruang publik dapat direspons dengan cepat.
BACA JUGA: Polres Tanjung Priok Bantu Keluarga Terlantar Kembali ke Depok
Selain menyelamatkan warga telantar, pengetatan patroli ini juga menjaring ratusan PPKS di berbagai titik strategis Batam. Petugas mendata telah menjangkau 17 manusia perak, 42 pengemis, 25 pengamen, 36 penjual tisu, serta mengevakuasi 75 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Bagi kelompok manusia perak dan gelandangan-pengemis yang terjaring, Dinsos PM Batam langsung mengarahkan mereka ke UPTD Nilam Suri untuk mendapatkan pembinaan terpadu agar tidak kembali ke jalanan.
"Untuk penanganan manusia silver dan gepeng, Dinsos melakukan pembinaan dan dirujuk ke UPTD Nilam Suri untuk dilakukan pembinaan," ujar Zulkifli.
Pemkot Batam berharap peningkatan intensitas penjangkauan dan kolaborasi lintas instansi dapat mempercepat penanganan PPKS sekaligus mengurangi keberadaan orang telantar, pengemis, maupun manusia silver di ruang publik. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Viral Warga Asal Sultra Mengaku Ditolak Dinsos Jatim, Ternyata Â
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan





Komentar (0)