Adik Keisya Levronka Sempat Putus Asa hingga Ucap Ingin Mati Usai Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Ibunda Ungkap Perjuangan Keluarga Kuatkan Mentalnya

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Musibah jatuh dari lantai enam gedung Universitas Tarumanagara (Untar) pada 2024 lalu tidak hanya menyisakan luka fisik mendalam bagi adik penyanyi Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda. Di balik perjuangannya untuk sembuh, tersimpan duka mendalam terkait kondisi psikologis Lexi yang sempat terguncang hebat.

Sang ibunda, Levi Leonita Davies, mengungkapkan bahwa selain berfokus pada penyembuhan fisik, pihak keluarga juga harus berjuang ekstra untuk memulihkan kesehatan mental Lexi. Kondisi tubuh yang berubah drastis setelah kecelakaan itu sempat membuat Lexi merasa sangat putus asa.

Levi menceritakan momen memilukan saat putranya tersebut sempat terlontar ucapan ingin mengakhiri hidup karena tidak kuat menahan beban penderitaannya.

"Selain dari fisiknya, kita juga mentalnya juga. Jadi sempat lah dia ngomong, ‘Ah mending aku mati aja daripada aku kayak gini’, apa segala macam," kata Lexi saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (15/7/2026).

"Ya, kita yang ini (menguatkan). Jadi kita itu sampai sepakat keluarga, tante, kakaknya, apa semua itu kalau di depan adik jangan nangis. Jadi kita kalau di depan dia nih waktu masih di rumah sakit, kita jangan nangis, karena kita enggak mau kan dia kebawa,” imbuh Levi.

Hingga saat ini, Lexi masih terus menjalani berbagai upaya medis demi mengembalikan fungsi tubuhnya seperti sedia kala. Cedera serius seperti tulang ekor yang remuk hingga paru-paru yang sempat terendam darah membuatnya harus bergantung pada terapi intensif.

Lexi sendiri mengakui bahwa kaki kanannya masih belum bisa berfungsi optimal untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari.

"Kaki kanan sih kan masih terhambat lah untuk aktivitas sehari-hari. Jadi kalau kegiatan paling ya itu masih banyak butuh terapi kan, fisioterapi segala macam," ungkap Lexi.

Bagi Lexi, prioritas utamanya sekarang adalah pada proses rehabilitasi fisik yang masih panjang.

"Fokusnya kan sekarang pemulihan," tambah Lexi singkat.

Di tengah perjuangan fisik dan mental tersebut, proses hukum atas gugatan perdata yang dilayangkan keluarga terhadap pihak Untar masih terus berjalan di Pengadilan. Pada persidangan yang digelar Rabu (15/7/2026), agenda mediasi yang sedianya dilakukan terpaksa mengalami penundaan.

 

Majelis hakim memberikan waktu mediasi selama 30 hari bagi kedua belah pihak untuk mencari jalan tengah.

"Hari ini juga dijadwalkan sebagaimana proses perkara perdata, akan ada mediasi selama 30 hari. Kalau kami dari penggugat hari ini sebenarnya sudah siap untuk mediasi,” kata Eclund Silaban, tim kuasa hukum keluarga Lexi Valleno Havlenda.

Pihak keluarga sendiri menegaskan bahwa mereka tidak berniat memperpanjang konflik ini jika ada niat baik dan tanggung jawab yang jelas dari pihak kampus. Levi berharap pengadilan dapat bertindak sebagai mediator yang adil demi mencapai keputusan terbaik tanpa harus berlarut-larut dalam proses persidangan.

"Sebenarnya kita juga enggak kepengin, maksudnya enggak kepengin sampai berlarut-larut sampai dengan proses hukum yang benar-benar sidang gugatan ya. Sebenarnya tujuannya ini kan hanya mencari penengah,” tandas Levi.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Resmi Jadi WNI, Luke Vickery Diharapkan Bisa Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
• 1 jam lalu
0
thumb
Kejagung Menduga Samin Tan Rugikan Negara Rp 17,7 Triliun
• 21 jam lalu
0
thumb
Japan Open 2026: Rachel/Febi Ungkap Faktor Kekalahan dari Unggulan 2
• 20 jam lalu
0
thumb
RI Kebut Hilirisasi Industri Darah, Perusahaan Jepang Investasi Rp18 T
• 3 jam lalu
0
thumb
Psikolog Anak Soal Siswa Ledakan Bom Rakitan di Sekolah, Bullying Bisa Memicu Tindakan Ekstrem?
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.