Demi Jadi Hafiz Quran, Pemain Maroko Mau Pensiun usai Piala Dunia

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Raquel Cunha

Jakarta, CNBC Indonesia - Timnas Maroko tampil gemilang di Piala Dunia 2026, meski langkah mereka harus terhenti di babak perempat final (8 besar). 

Usai tersingkir dari turnamen bola terbesar di dunia tersebut, salah satu pemain andalan Timnas Maroko berencana untuk pensiun. Bukan untuk mengejar karir di bidang lain, melainkan demi fokus ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan. 

Dia adalah Noussair Mazraoui, bek Manchester United sekaligus pemain di tim nasional Maroko. Mazraoui mengisyaratkan akan mengakhiri karier sepak bolanya setelah Piala Dunia 2026. Di usia yang baru menginjak 28 tahun, Mazraoui mengaku ingin mendedikasikan hidupnya untuk menghafal Al-Qur'an dan menjadi imam masjid.


Noussair Mazraoui melakukan pelanggaran terhadap Kylian Mbappe yang membuat Prancis mendapat hadiah penalti dalam pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (9/7/2026). (IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson) 

Pernyataan tersebut pertama kali disampaikan Mazraoui dalam sebuah wawancara pada Maret 2026 dan kembali menjadi sorotan seiring dimulainya kiprah Maroko di Piala Dunia 2026.

"Saya mungkin akan memutuskan pensiun setelah Piala Dunia. Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Qur'an dan suatu hari menjadi imam di sebuah masjid," kata Mazraoui. 

Hingga kini, pemain berusia 28 tahun itu belum memastikan kapan tepatnya akan gantung sepatu. Ia masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan karier profesionalnya setelah turnamen berakhir.

Jika benar pensiun, keputusan Mazraoui terbilang tidak biasa. Sebab, ia masih berada dalam usia produktif sebagai pesepakbola dan masih menjadi salah satu bek andalan Manchester United serta tim nasional Maroko.

Keinginannya menghafal Al-Qur'an juga bukan perkara mudah. Dalam tradisi Islam, proses menghafal seluruh isi Al-Qur'an atau hifz membutuhkan waktu bertahun-tahun dengan disiplin tinggi. Sementara untuk menjadi imam, seseorang tidak hanya dituntut hafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki pemahaman ilmu agama dan kemampuan membimbing masyarakat.

Di luar lapangan hijau, Mazraoui juga mulai aktif di sektor keuangan syariah. Pada 25 Maret 2026, ia mengumumkan kerja sama dengan Wahed, platform fintech berbasis syariah. Dalam kerja sama tersebut, Mazraoui berperan sebagai mitra strategis sekaligus pemegang saham.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Piala Dunia 2026 Menuju Perempat Final, Argentina dan Swiss Lolos

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Thomas Tuchel Pertimbangkan Strategi Man Marking untuk Redam Lionel Messi
• 20 jam lalu
0
thumb
DKI Kemarin, sampah Rusun Waduk Pluit hingga truk tabrak JPO
• 6 jam lalu
0
thumb
Wall Street Ditutup Lebih Tinggi Didukung Sejumlah Sentimen Positif
• 3 jam lalu
0
thumb
Brida Kalsel dan Kementerian Hukum Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual untuk Lindungi Hasil Riset dan Inovasi Daerah
• 14 jam lalu
0
thumb
Daftar 23 Permohonan Uji Materi yang Diputus Mahkamah Konstitusi Hari Ini
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.