Membuka Suara dari Balik Barcode: Upaya Polisi Dorong Siswa Laporkan Bullying hingga Narkoba

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menerapkan inovasi berupa barcode anonim sebagai upaya menekan angka kriminalitas dan kenakalan remaja yang menyasar kalangan pelajar

Salah satu langkah terbaru yang diterapkan di wilayah Jakarta Pusat adalah pemasangan barcode pengaduan anonim bertajuk "Pelajar Jaga Jakarta" di sejumlah sekolah.

Barcode tersebut menjadi wadah pelaporan yang aman dan rahasia bagi para pelajar untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari perundungan (bullying), tawuran, hingga dugaan peredaran narkotika.

Baca juga: Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara

Pantau Peredaran Narkotika

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu S. Kuncoro menyebut, wilayah hukumnya masih menjadi salah satu titik rawan peredaran obat keras.

Modus operandi para pengedar kini banyak memanfaatkan ruang digital dan media sosial untuk menyasar kalangan pelajar.

"Tujuannya kita mendatangi sekolah-sekolah dengan nama program yaitu Pelajar Jaga Jakarta. Kenapa? Karena memang kita melihat peredaran sekarang narkotika banyak beredar di lingkungan anak-anak usia produktif," kata Wisnu saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Rabu (15/7/2026).

Sepanjang Juni 2026, kepolisian telah mengungkap delapan kasus peredaran obat terlarang dengan barang bukti mencapai 5.315 butir. Beberapa tersangka juga mengaku menjual barang tersebut kepada kalangan pelajar.

Identitas Dirahasiakan

Wisnu mengatakan, selama ini sosialisasi yang dilakukan kepolisian di sekolah belum banyak mendapatkan respons dari para pelajar.

Menurut dia, sebagian pelajar yang mengetahui atau bahkan menyaksikan langsung suatu tindak kejahatan masih enggan melapor karena khawatir mendapat intimidasi atau identitasnya diketahui.

Baca juga: Ada Mobil Tangki Gratis Selama Air PAM Mati di Jakbar, Begini Cara Aksesnya

"Selama ini terjadi interaksi hanya dari kepolisian ke siswa siswi, sedangkan feedback yang kita inginkan, kadang dari rekan pelajar merasa sungkan atau kurang leluasa jika menjelaskan permasalahan itu di sesi tanya jawab yang diberikan," tutur Wisnu.

Oleh karena itu, keberadaan barcode anonim ini digunakan untuk memberikan jaminan perlindungan identitas pelapor.

"Tujuan dari barcode itu kita menjamin komunikasi dua arah ketika masyarakat maupun siswa men-scan barcode tersebut mereka bisa menyampaikan semua permasalahannya di sekolah," ujar Wisnu.

Menjajal Formulir Pelaporan

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, barcode yang ditempel di sekolah tersebut terintegrasi langsung dengan formulir digital secara daring menggunakan kanal web Google Form.

Saat dipindai, pengguna akan diarahkan ke sebuah halaman Google Form bertajuk "Jaga Pelajar untuk Masa Depan".

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pada bagian atas, terdapat pesan keamanan privasi yang berbunyi "Data ini hanya digunakan internal Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat, untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Publik dan tidak akan disebarluaskan".


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PAM Jaya akan lakukan perawatan IPA Hutan Kota pada Rabu hingga Jumat
• 6 jam lalu
0
thumb
Gus Ipul Ungkap Terobosan Baru, Pemerintah Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat Koperasi Merah Putih
• 6 jam lalu
0
thumb
Ribut Ijazah Jokowi Tak Kelar, Akademisi Usul Cara Berani Tuntaskan Perdebatan
• 6 jam lalu
0
thumb
Raker Komisi VIII DPR, Mensos Gus Ipul Pastikan Tindak Lanjut Temuan BPK
• 19 jam lalu
0
thumb
Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Blok Masela Besok
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.