Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina, Ini Penjelasan Pihak Istana

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan alasan prajurit TNI menjadi sopir truk tangki BBM milik Pertamina.

Prasetyo menekankan bahwa kehadiran prajurit TNI sebagai sopir adalah untuk memastikan proses distribusi BBM berjalan lancar tanpa gangguan.

"Bukan masalah TNI-nya, tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Pertamina Bantah Ada Mogok dan PHK Massal Sopir Tangki BBM di Medan, Ungkap Penyebab Antrean SPBU

Prasetyo menjelaskan, kehadiran prajurit TNI sebagai sopir diperlukan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.

"Untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," imbuhnya sambil melempar senyum.

Baca juga: Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut antrean panjang pembelian bahan bakar minyak di sejumlah SPBU di Medan bukan terjadi karena stok BBM langka.

Menurut Bobby, distribusi BBM dari terminal menuju SPBU terganggu setelah terjadi pemberhentian massal terhadap pengemudi mobil tangki.

Akibatnya, sejumlah truk pengangkut tidak dapat beroperasi untuk membawa pasokan BBM ke SPBU.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri untuk menyiapkan pengemudi sementara.

Personel TNI dan Polri direncanakan membantu mengemudikan mobil tangki sekaligus mengawal proses distribusi BBM sampai perekrutan pengemudi baru selesai dilakukan.

“Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” kata Bobby di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Pertamina Tindak Tegas Sopir Tangki Nakal, Distribusi BBM di Medan Kembali Normal

Bobby mengatakan, persoalan distribusi tersebut berkaitan dengan masalah internal antara Pertamina dan para pengemudi mobil tangki.

Pemberhentian massal membuat kendaraan pengangkut BBM tidak dapat dioperasikan secara maksimal. Padahal, stok BBM di Sumatera Utara disebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM,” jelasnya.

Baca juga: Soal Retribusi Parkir Truk Antre BBM di Bahu Jalan, Dishub Dharmasraya Akan Evaluasi

Gangguan pengiriman tersebut memicu antrean kendaraan di berbagai SPBU. Kondisi paling terlihat terjadi di Kota Medan dan wilayah sekitarnya.

Bobby mengatakan, proses perekrutan pengemudi baru oleh Pertamina belum selesai. Karena itu, Pemprov Sumut meminta personel TNI dan Polri disiapkan untuk menggantikan pengemudi mobil tangki untuk sementara.

“Jadi TNI-Polri ini untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini TNI-Polri sudah siap untuk itu,” jelasnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Bobby, personel TNI dan Polri tidak hanya diperlukan untuk mengemudikan truk pengangkut BBM.

Mereka juga akan membantu pengamanan selama distribusi dari terminal menuju SPBU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Selain Bobby Rizaldi, KPK Juga Periksa Tenaga Ahli hingga Dirjen BPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim
• 2 jam lalu
0
thumb
Harga Buyback Emas Antam Rebound Hari Ini Rabu (15/7)
• 23 jam lalu
0
thumb
ESI Proyeksikan Limbah HPAL RI Capai 1,4 Miliar Ton di 2035
• 18 jam lalu
0
thumb
Waduh! Sosok Ini Sebut Sarwendah Bakal Kehilangan Rumah dan Giorgio Antonio
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemenko Polkam Siapkan Model Nasional Penanganan Kapal Asing Tenggelam, MT Silver Sincere Jadi Acuan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.