Bandar Lampung, ERANASIONAL.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ferli Yuledi, resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor Program Studi Doktor Studi Pembangunan, FISIP Universitas Lampung (Unila), Rabu (15/7/2026).
Dalam sidang terbuka tersebut, Ferli Yuledi memaparkan penelitian berjudul “Tipologi dan Model Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Lampung.”
Ujian promosi dipimpin langsung Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., selaku Ketua Tim Penguji. Sementara penguji eksternal yakni Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE.
Adapun tim penguji lainnya terdiri dari Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si., Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., Dr. Suripto, S.Sos., M.AB., Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A., serta Dr. Dra. Dian Keagungan, M.H.
Disertasi Ferli Yuledi dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. sebagai ko-promotor.
Ujian promosi doktor tersebut turut dihadiri Bupati Tulang Bawang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia aparatur pemerintahan.
Dalam penelitiannya, Ferli Yuledi menemukan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan P4GN tidak semata-mata bergantung pada regulasi maupun penegakan hukum. Menurutnya, efektivitas kebijakan juga sangat dipengaruhi oleh keterpaduan peran pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta nilai-nilai kearifan lokal.
Penelitian tersebut kemudian merumuskan model implementasi P4GN berbasis kearifan lokal dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Di antaranya tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial.
Pendekatan itu menempatkan pencegahan narkotika sebagai tanggung jawab bersama melalui pola collaborative governance. Dengan demikian, kebijakan P4GN diharapkan tidak berjalan secara sektoral, melainkan menjadi gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat.
Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori implementasi kebijakan dengan mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah.
Sementara dari sisi praktis, model yang dihasilkan dinilai dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNN, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun kebijakan P4GN yang lebih adaptif, efektif, dan berkelanjutan.
Kajian tersebut juga menjadi salah satu penelitian doktoral yang secara khusus membahas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung. Hasilnya diharapkan dapat memperkaya kajian kebijakan publik sekaligus mendukung strategi penanggulangan narkotika di Indonesia.
Reporter: Dian Aria S.






Komentar (0)