Pantau - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri memiliki jiwa patriotisme yang tinggi serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mendukung kebutuhan pertahanan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie melalui akun Instagram resminya @sjafrie.sjamsoeddin saat mengunggah foto dirinya memberikan pengarahan kepada Capaja TNI dan Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (15/7/2026).
Adaptasi Teknologi Jadi Tuntutan PerwiraSjafrie menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan situasi global menuntut kemampuan yang lebih tinggi dari para perwira TNI dan Polri.
"Di tengah perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, ancaman siber, serta perang informasi, perwira TNI dan Polri dituntut unggul dalam pengetahuan, tangguh dalam karakter, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab," ungkapnya.
Menurut Sjafrie, sikap adaptif menjadi faktor penting agar para Capaja tetap relevan dengan kebutuhan TNI dan Polri dalam menjaga negara di masa depan.
Patriotisme dan Profesionalisme Harus Berjalan SeiringSelain kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, Sjafrie menegaskan bahwa para Capaja juga harus memiliki sikap profesional yang dilandasi jiwa nasionalisme yang kuat.
Ia meyakini perpaduan antara patriotisme, profesionalisme, nasionalisme, dan kemampuan beradaptasi akan membuat para Capaja mampu memberikan kinerja terbaik ketika bertugas di satuan maupun instansi masing-masing.
Kepada para Capaja, Sjafrie berpesan, "Jadilah pemimpin yang mampu memberi arah, membangun kepercayaan, menjaga kehormatan institusi, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok."
Ia juga menegaskan, “Loyalitas TNI-Polri adalah kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan seluruh rakyat Indonesia.”





Komentar (0)