Jakarta: Dalam merekam aktivitas astronomi, kemajuan teknologi mendorong hadirnya sejumlah alat canggih, termasuk kamera digital terbesar di dunia. Kamera ini mampu menangkap citra beresolusi sangat tinggi sehingga para ilmuwan dapat mengamati objek-objek langit secara lebih rinci.
Observatorium Vera C. Rubin di Chile resmi membuat proyek pengamatan langit terbesar pada pekan ini. Proyek pengamatan ini menggunakan kamera dengan resolusi sekitar 3.200 megapiksel (3,2 gigapiksel).
Kamera tersebut dikenal dengan nama kamera LSST yang menyesuaikan dengan penggunaannya. Perangkat ini menjadi kamera digital dengan resolusi tertinggi yang pernah dibuat untuk keperluan astronomi. Mampu Memotret Area Langit yang Sangat Luas Kamera raksasa dengan bobot sekitar 3 ton senilai 800 juta (sekitar Rp 14,4 triliun) dolar AS ini didanai bersama National Science Foundation (NSF) dan Department of Energy (DOE) Amerika Serikat.
Sensor yang dimilikinya mampu menangkap area langit yang sangat luas dalam satu kali pemotretan, sehingga mempercepat proses pemetaan alam semesta.
Kamera LSST. Foto: rubinobservatory.org
Setiap malam, kamera Vera C. Rubin diperkirakan akan mengambil gambar sekitar 10 TB data dan akan memunculkan notifikasi setiap malam jika mendeteksi adanya perubahan di langit.
Setiap gambar yang dihasilkan memiliki ukuran data mencapai sekitar 6,4 gigabyte. Jika ditampilkan dalam ukuran penuh, satu foto membutuhkan ratusan layar televisi beresolusi tinggi untuk menampilkan seluruh detailnya. Digunakan untuk Meneliti Fenomena Alam Semesta Kamera tersebut akan digunakan dalam proyek Legacy Survey of Space and Time (LSST) yang berlangsung selama sekitar 10 tahun. Selama periode tersebut, teleskop akan memotret langit selatan berulang kali untuk mencatat perubahan yang terjadi di alam semesta.
Selama enam pekan ini, observatorium telah menemukan lebih dari 11 ribu asteroid yang belum pernah terdeteksi, termasuk 33 asteroid yang dekat dengan Bumi.
Baca Juga :
ITS Surabaya Ciptakan Traktor Listrik Hemat Energi untuk Lahan Gambut dan RawaData yang dikumpulkan juga diharapkan dapat membantu mengungkap misteri dark matter dan dark energy yang hingga kini masih menjadi teka-teki dalam dunia astronomi.
(Eunike Michelle Gultom)





Komentar (0)