Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan barcode pengaduan anonim bertajuk "Pelajar Jaga Jakarta" di sejumlah sekolah mendapat respons positif dari kalangan siswa di Jakarta Pusat.

Rizky (16), salah satu siswa di SMA Negeri 25 Jakarta Pusat menilai fasilitas ini sebagai solusi bagi siswa yang kerap merasa segan atau takut untuk melaporkan aksi kenakalan remaja atau kekerasan secara langsung.

"Ya bagus sih, kalau ngelapor ke sekolah kadang kan malu ya. Kalau ke situ (melalui barcode) katanya bisa rahasia," ujar Rizky saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Ada Barcode Lapor Anonim, Sekolah Bolehkan Siswa Laporkan Kekerasan hingga Peredaran Narkoba

Menurut dia, sering kali siswa merasa malu atau takut mendapat intimidasi dari pelaku jika harus melapor secara terang-terangan kepada pihak guru di sekolah.

Rizky berniat mencoba menggunakan menggunakan barcode tersebut untuk melaporkan jika melihat adanya hal-hal yang meresahkan.

"Paling ya, kalau lihat tawuran gitu paling nanti coba ngelapor. Sempat dikasih tahu sih, katanya bisa juga buat laporin kalau ada bullying atau kekerasan juga," ucap dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh siswa lainnya, Alfath yang menyebut sempat mendapat arahan dari kepolisian ketika pertama kali pemasangan barcode tersebut.

Polisi yang datang ke sekolah sempat mengatakan agar para siswa tidak diam saja ketika melihat adanya aksi kejahatan.

"Pernah ada polisi yang datang sosialisasi ke sekolah. Katanya sih diminta ngelapor, jangan takut laporan kalau ada apa-apa," ujar Alfath.

Alfath pun menyebut barcode ini akan digunakan jika ia melihat adanya aksi tawuran yang terkadang pecah di wilayah sekitar sekolah mereka.

"Paling tawuran, suka ada tawuran di sekitar sini. Tapi enggak tahu deh dari sekolah mana, mungkin itu harusnya dilaporin kali ya," tutur dia.

Baca juga: Tawuran Maut di Pancoran Jaksel: 4 Orang Tersangka, 3 Anak di Bawah Umur

Polisi pasang barcode anonim

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro pun menyebut barcode itu merupakan salah satu cara mencegah kenakalan remaja, terutama peredaran narkotika yang mulai beralih melalui ruang digital seperti media sosial dan menyasar kalangan anak-anak.

"Tujuannya kita mendatangi sekolah-sekolah dengan nama program yaitu Pelajar Jaga Jakarta. Kenapa? Karena memang kita melihat peredaran sekarang narkotika banyak beredar di lingkungan anak-anak usia produktif," kata Wisnu.

Menurut Wisnu, sejauh ini Jakarta Pusat masih menjadi salah satu titik peredaran narkoba dan obat-obatan keras.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sepanjang Juni 2026, polisi mengungkap setidaknya delapan kasus peredaran obat keras dan menyita 5.315 butir obat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Talenta Digital Jadi Kunci Indonesia Naik Kelas di Era AI
• 13 jam lalu
0
thumb
Cegah kelangkaan BBM, TNI dilibatkan dalam pendistribusian di Sumut
• 20 jam lalu
0
thumb
4 Arti Mimpi Rumah yang Perlu Kamu Tahu, Jadi Cerminan Kondisi Psikologis dan Emosi Seseorang
• 15 jam lalu
0
thumb
Foto: Kuba Kembali Dilanda Blackout
• 11 jam lalu
0
thumb
Sekjen PP AMPG: Deddy Sitorus Sebaiknya Belajar, Jangan Membangun Opini Publik yang Menyesatkan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.