Kronologi Dokter PPDS di Riau Ditemukan Tewas di Semak Belukar, Terekam CCTV Jalan Sendirian Keluar RS

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi dokter PPDS di Riau ditemukan tewas di semak belukar menjadi sorotan. Sebelumnya, dokter spesialis anestesi tersebut terekam CCTV berjalan keluar area RS sendirian.

Seorang dokter berinisial AKL (40) yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (14/7/2026) siang. Jenazah AKL ditemukan di semak-semak belukar di samping rumah sakit tersebut, sekitar 5 meter dari pagar RS.

Saat ditemukan, jenazah korban masih berpakaian rapi. Kematian dokter PPDS ini pun dinilai janggal.

Kronologi dokter PPDS di Riau ditemukan tewas di semak belukar berawal dari kekhawatiran istri korban. Istri AKL, yakni dokter YM (31), mengaku tak bisa menghubungi telepon genggam suaminya sejak Senin (13/7/2026).

Istri AKL sendiri diketahui juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian. Ia kemudian mencari keberadaan suaminya di sekitar lingkungan rumah sakit.

YM juga menanyakan keberadaan sang suami kepada rekan-rekan sejawat. Namun tak seorangpun mengetahui keberadaan AKL.

Mereka kemudian menelusuri keberadaan dokter yang baru sepekan bertugas di RSUD tersebut melalui rekaman CCTV. Dari rekaman CCTV rumah sakit, terlihat korban terakhir kali berjalan keluar dari area RSUD seorang diri pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

AKL terlihat keluar melalui pintu depan pos security II menuju ke arah luar rumah sakit. AKL kemudian menghilang dan tak kunjung ditemukan hingga Selasa pagi.

Kemudian pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, tiga orang saksi berinisiatif untuk mencari keberadaan AKL dengan menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit. Seorang petugas keamanan pun memanjat pagar untuk melihat ke arah luar.

Tak disangka, terlihat AKL sudah dalam kondisi tidak bernyawa di tengah-tengah rerumputan. Tubuh korban ditemukan dalam posisi telentang.

Mayat AKL ditemukan berjarak sekitar 5 meter dari pagar rumah sakit dan sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di lokasi terebut juga ditemukan sebuah tas sandang warna hitam yang diduga milik korban.

 

Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib. Polisi pun turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Petugas juga telah mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya adalah tas sandang berisi alat medis, dompet, telepon genggam, dan kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian Siak milik korban. Selain itu, dari pemeriksaan sementara, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Terkait penemuan ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. Sementara itu jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru untuk diautopsi.

"Kami masih menyelidiki penyebab meninggalnya korban. Jenazah telah dievakuasi dan akan dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru," kata Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

Lebih lanjut, polisi mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Hal ini lantaran kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

"Kami mengimbau, masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Semua kemungkinan masih kami dalami berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik," ucap Kosmos.

Istri Menangis Histeris

Usai kronologi dokter PPDS di Riau ditemukan tewas, terlihat momen paling menyayat hati dari peristiwa ini. Istri AKL, YM menangis histeris saat tiba di lokasi penemuan mayat suaminya.

Wanita yang juga berprofesi sebagai dokter itu terus-terusan memanggil nama suaminya sambil menangis histeris. Ia mengajak suaminya tersebut untuk pulang bersamanya.

"Sayang... ayo kita pulang," ucapnya, dikutip dari Tribun Medan.

Tangisan YM menambah suasana haru di sekitar lokasi penemuan jenazah korban. Beberapa warga dan petugas yang berada di lokasi kemudian berusaha untuk menenangkan YM yang tampak terpukul.

 

Sosok Korban

Sosok korban, pria berinisial AKL (40) lahir di Tanah Putih, Maluku, pada 29 Oktober 1985. Ia merupakan warga Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

AKL merupakan dokter PPDS Residen Anestesi yang tengah menjalani pendidikan di Universitas Riau. Ia diketahui baru sepekan bertugas di RSUD Tengku Rafian Siak sebelum ditemukan tak bernyawa.

Usai terungkapnya kronologi dokter PPDS di Riau ditemukan tewas di semak belukar, hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti, memeriksa saksi-saksi, menganalisis rekaman CCTV dan juga menunggu hasil autopsi. Rangkaian penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian dokter PPDS di Riau tersebut. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tom Cruise hingga IShowSpeed Tampil di Closing Ceremony Piala Dunia 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Susunan Pemain Prancis vs Spanyol: Deschamps dan De la Fuente Turunkan Kekuatan Terbaik
• 20 jam lalu
0
thumb
Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
• 6 jam lalu
0
thumb
Heboh Video Oknum Pejabat Diduga Bermain Game Saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun
• 4 jam lalu
0
thumb
Luhut Menghadap Prabowo Selama 3 Jam di Hambalang, Ini yang Dibahas
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.