Sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), menumpuk hingga meluber ke luar area TPS. Pemprov DKI Jakarta membereskan tumpukan sampah itu usai kondisi TPS Rusun Waduk Pluit viral di media sosial (medsos).
Dilihat detikcom di salah satu akun Instagram, Rabu (15/7/2026), sampah yang berada di dalam bangunan TPS terlihat sudah penuh hingga menumpuk. Akibat penuhnya bangunan, sampah-sampah tersebut terlihat meluber keluar hingga menutupi jalan.
Merespons hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan tumpukan sampah di TPS Rusun Waduk Pluit, diangkut seluruhnya dalam waktu 8 hingga 10 hari. Pemprov DKI pun mulai mengerahkan alat berat, truk, dan personel untuk mempercepat penanganan.
Pramono menjelaskan, penumpukan sampah terjadi akibat keterlambatan antrean pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) hingga ke TPST Bantargebang. Kondisi tersebut menyebabkan sampah menumpuk di kawasan rusun.
"Seperti kita ketahui, di Rusun Waduk Pluit, karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7).
Pramono mengatakan telah menginstruksikan jajarannya agar persoalan tersebut segera diselesaikan. Saat ini, satu unit alat berat, tiga truk, dan 10 personel telah diterjunkan ke lokasi.
(bel/rfs)






Komentar (0)