JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto menyebut dokter mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ditemukan tewas di samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, tidak memiliki masalah dalam tugasnya.
Sebagai informasi, korban ditemukan tewas di semak belukar di samping RSUD tempatnya bertugas pada Selasa (14/7/2026).
Saat ditemukan, tas dan seluruh barang milik korban masih utuh. Korban baru bertugas di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.
Menurut Slamet, berdasarkan informasi yang ia peroleh, korban masih menjalani pendidikan spesialisasi anestesi.
“Dari beban kerja kami melihat katanya operasi hanya empat, jadi mungkin beban kerja tidak terlalu ya,” kata dia dalam Kompas Petang Kompas TV, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: [FULL] Ketua Umum PB IDI Soroti Kematian Dokter PPDS yang Tewas di Samping RS, Akibat Beban Kerja?
Mengenai penyebab kematian korban, Slamet menyebut harus menunggu hasil autopsi forensik terhadap jenazah korban.
“Saya tidak tahu apakah ada kendala psikologis dengan rumah tangganya, atau dengan siapa, saya belum mengetahui untuk itu,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai informasi apa saja yang telah diperoleh IDI terkait kematian korban, ia menyebut pihaknya mendapatkan informasi bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan.
“Kami awalnya berpikir bahwa ini jangan-jangan terjadi karena beban kerja lagi ini, kayak sebelumnya, yang di Manado ya. Ternyata kami telusur, dari ketua IDI menyatakan katanya operasinya sedikit. Dokter anestesinya di situ banyak lebih dari dua,” tegasnya
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- dokter ppds universitas riau
- idi
- dokter PPDS
- dokter tewas di siak
- dokter ppds tewas
- RSUD Tengku Rafian






Komentar (0)