Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan  32 Orang dan Lukai 73 Orang; Pakar Menilai Mencerminkan Kurangnya Standar Keselamatan Tempat Hiburan

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Sebuah kebakaran besar melanda sebuah bar di Bangkok, Thailand, pada 13 Juli sekitar pukul 00.00 dini hari, mengakibatkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar. Hingga kini, 32 orang meninggal dunia dan 73 orang lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Thailand telah memulai penyelidikan atas penyebab kebakaran.

Insiden ini merupakan kebakaran besar kedua di tempat hiburan pada tahun ini, setelah kebakaran di sebuah bar di kawasan resor ski Swiss saat Tahun Baru yang dilaporkan menewaskan 40 orang.

Kebakaran terjadi di bar Rong Beer Na Lat Phrao, yang terletak di Distrik Chatuchak, Bangkok. Menurut Thai PBS, jumlah korban meninggal telah meningkat menjadi 32 orang.

Dari total 73 korban luka, terdiri atas 34 pria dan 39 wanita. Saat ini 13 orang masih dirawat di ruang perawatan biasa, sementara 25 orang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Pihak berwenang juga menyatakan bahwa identitas enam korban luka masih belum dapat dipastikan.

Para pakar menilai besarnya jumlah korban kemungkinan mencerminkan berbagai masalah keselamatan yang selama ini sering ditemukan pada kebakaran di tempat hiburan, termasuk kurang memadainya sistem keselamatan.

Menurut laporan Associated Press (AP), api diduga dengan cepat menjalar melalui langit-langit yang dipenuhi bahan dekorasi mudah terbakar sebelum mencapai pintu masuk utama. Media lokal melaporkan bahwa kondisi bar yang padat, jalur evakuasi yang terhalang, serta kepanikan pengunjung kemungkinan menghambat proses penyelamatan.

Bagaimana Api Menyebar

Video yang diunggah para saksi memperlihatkan kobaran api melalap bar tersebut, sementara asap tebal membumbung dari pintu depan dan para pengunjung berlarian menyelamatkan diri.

Foto dan rekaman setelah kejadian menunjukkan para penyelidik memeriksa bangunan yang hangus terbakar. Kerusakan paling parah tampak berada di bagian langit-langit, yang hampir seluruhnya menghitam, sedangkan lantai dan meja dipenuhi abu serta puing-puing.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa menurut keterangan para musisi yang sedang tampil, pemutus arus listrik (circuit breaker) di dekat panggung mulai mengeluarkan asap, kemudian listrik padam dan terjadi ledakan. Setelah itu, asap tebal dengan cepat memenuhi seluruh ruangan.

Penyelidik juga akan memeriksa material langit-langit serta memastikan apakah pintu darurat terhalang sehingga menghambat evakuasi. Sebuah foto yang beredar di internet pada Februari lalu memperlihatkan adanya dekorasi tanaman plastik di langit-langit di atas panggung.

Profesor keselamatan kebakaran dari Kyungil University, Korea Selatan, Lee Young Ju, mengatakan bahwa kebakaran kemungkinan dipicu oleh gangguan pada sistem kelistrikan, baik dari peralatan suara, pencahayaan, maupun instalasi kabel, yang kemudian membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh langit-langit.

Kepala Kepolisian Kerajaan Thailand Kittharath Punpetch mengatakan polisi juga menyelidiki apakah bangunan menggunakan material yang mudah terbakar, bagaimana instalasi kabel listrik dipasang, serta apakah tabung gas di dapur turut memperparah kebakaran.

Profesor Huang Xinyan dari Hong Kong Polytechnic University mengatakan rekaman dari lokasi menunjukkan adanya bahan busa mudah terbakar di dalam bar, tidak adanya sistem sprinkler otomatis, serta pintu keluar yang sempit sehingga kemungkinan menghambat evakuasi.

Ia menambahkan bahwa dekorasi plastik di langit-langit mungkin dipasang bersama bahan peredam suara yang mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.

Kebakaran di tempat hiburan sering menimbulkan korban besar

Profesor Huang mengatakan kebakaran di Bangkok memiliki kemiripan dengan kebakaran di sebuah bar di kawasan resor ski Swiss pada awal tahun ini. Menurutnya, tempat-tempat seperti ini biasanya menggunakan banyak bahan peredam suara yang mudah terbakar dan sering dipenuhi pengunjung, sehingga meningkatkan risiko jatuhnya korban dalam jumlah besar.

Profesor Lee Young Ju menjelaskan bahwa kebakaran di tempat hiburan sering menimbulkan banyak korban karena sejumlah besar orang berada di ruang yang relatif sempit sehingga evakuasi menjadi sulit dilakukan.

Ia mengatakan tempat-tempat seperti ini umumnya memiliki pintu keluar yang terbatas, sementara sebagian besar pengunjung hanya mengetahui pintu utama yang mereka gunakan saat masuk. Selain itu, suara musik yang keras dan pengaruh alkohol dapat mengurangi kewaspadaan sehingga memperlambat reaksi ketika keadaan darurat terjadi.

Profesor Jiang Liming, juga dari Hong Kong Polytechnic University, mengatakan bahwa bar umumnya tidak memiliki jendela kaca besar sehingga ketika kebakaran terjadi, pintu keluar mudah tersumbat oleh kerumunan orang yang panik.

Menurutnya: “Begitu api menyebar dengan cepat, kepadatan orang yang tinggi dan asap yang segera memenuhi ruangan dapat menyebabkan banyak korban jiwa.”

Profesor mitigasi bencana dari Woosuk University, Korea Selatan, Kong Ha-song, mengatakan jumlah korban jiwa dalam kebakaran bar atau klub malam sering kali tinggi karena tata letak tempat tersebut menyerupai “labirin”. Tumpukan peti bir, meja, dan berbagai barang lainnya dapat menghalangi lorong maupun jalur evakuasi. Selain itu, pintu darurat terkadang dikunci untuk mencegah pencurian atau penyusup.

Kepala Kepolisian Thailand Kittharath Punpetch menjelaskan bahwa bar tersebut memiliki empat pintu keluar, namun polisi masih menyelidiki apakah dua pintu di bagian belakang tertutup atau tidak dapat digunakan.

Sebagian besar korban meninggal ditemukan di dekat pintu keluar yang berada di sekitar toilet, tetapi pintu tersebut ternyata terhalang oleh sebuah meja. Sementara itu, pintu keluar lain di dekat dapur memiliki papan petunjuk yang rusak dan pegangan pintunya telah terlepas.

Sumber : NTDTV.com, diadaptasi dari Central News Agency/CNA Taiwan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Annisa Maharani Iswan Konsisten Meniti Dunia Modeling Sejak Usia 3 Tahun
• 8 jam lalu
0
thumb
5 Aksesori Super Gemas ala Gen Z, Bikin OOTD Makin Playful dan Estetik!
• 4 jam lalu
0
thumb
Setoran JCC ke Negara Melonjak 15 Kali Lipat Usai Dikelola PPKGBK
• 9 jam lalu
0
thumb
Tidak Semua Anak Memulai Tahun Ajaran Baru dari Garis Start yang Sama
• 8 jam lalu
0
thumb
Mario Aji Targetkan Tampil Lebih Kompetitif Usai Jeda Moto2
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.