Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan Heru Baskoro (84), putra tokoh kemerdekaan Sayuti Melik yang dikabarkan hidup telantar, telah dibawa ke Sentra Kementerian Sosial di Bekasi untuk mendapatkan penanganan.
Menurut Gus Ipul, tim Kemensos langsung diterjunkan setelah mengetahui informasi yang viral di media sosial.
"Oh ya, kita kan baru tahu juga langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi," kata Gus Ipul di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (15/7).
Di sentra tersebut, Heru akan menjalani asesmen sekaligus rehabilitasi sesuai kebutuhannya, mulai dari pemeriksaan medis hingga pendampingan sosial.
"Ya tentu akan direhabilitasi ya, ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya. Tapi untuk sementara tinggal di sentra kita, kemudian kita lakukan pendampingan dan ke depan seperti apa tentu ini masih membutuhkan waktu," ujarnya.
Gus Ipul mengatakan hasil asesmen akan menjadi dasar penentuan bentuk bantuan yang akan diberikan, termasuk kemungkinan penyediaan tempat tinggal yang layak.
"Ya tentu akan kita lakukan asesmen, kalau memang harus diberikan bantuan kita akan berikan bantuan, sesuai dengan semua program yang dimiliki oleh Kementerian Sosial," tuturnya.
"Semua kemungkinan ada. Tapi untuk sementara, kita siapkan untuk hunian sementara di sentra kita sambil juga tentu ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya," lanjutnya.
Bantah Pemerintah Biarkan TelantarIa juga membantah anggapan bahwa pemerintah membiarkan keluarga pahlawan hidup telantar. Menurutnya, Kemensos baru mengetahui kondisi Heru setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan.
"Kita juga baru tahu ya, ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah data menjadi sangat penting. Dan satu tahun lebih ini atas arahan Bapak Presiden Prabowo kita melakukan konsolidasi data," kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, hingga saat ini Kemensos belum berkomunikasi langsung dengan keluarga besar Sayuti Melik. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kondisi Heru mendapat penanganan yang memadai.
"Belum secara langsung. Setelah kita tahu itu kita kirim teman-teman pendamping ke sana, dilakukan asesmen melihat kondisinya dan kita ajak untuk sementara tinggal dulu di sentra kita," ujarnya.
Gus Ipul menegaskan layanan Kemensos tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga pahlawan, tetapi bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan residensial atau tempat tinggal sementara hingga kondisi mereka pulih.
"Yang dimaksud layanan residensial di sini adalah menyiapkan tempat tinggal dalam kurun waktu tertentu sampai benar-benar penerima manfaat kembali ke lingkungan masing-masing," tandasnya.






Komentar (0)