Banjir di Guangxi, Tiongkok Menghancurkan Kuil Dewa Tanah, Patung Dewa Tetap Duduk Utuh di Tempatnya 

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Baru-baru ini, wilayah Guangxi dilanda hujan lebat yang memicu banjir besar. Menurut laporan ini, tujuh bendungan waduk mengalami kerusakan atau jebol, dengan kondisi paling parah terjadi di Waduk Liulan (六藍水庫) di Kota Hengzhou, Nanning. Banjir menghancurkan banyak rumah, lahan pertanian, serta menenggelamkan sejumlah desa dan kota kecil.

Di tengah bencana tersebut, sebuah kuil Dewa Tanah (Tudi Gong) roboh diterjang banjir. Namun, yang menarik perhatian adalah patung Dewa Tanah di dalam kuil itu tetap berada di tempatnya dalam keadaan utuh, meskipun bangunan kuil di sekitarnya telah runtuh.

Sejak 4 Juli, Guangxi terus diguyur hujan deras. Pada malam 5 Juli, Waduk Liulan melakukan pelepasan air lebih awal. Pada 6 Juli, tanggul waduk dilaporkan mengalami dua jebol selebar sekitar 50 meter. Air bah bercampur lumpur kemudian mengalir deras ke desa-desa di hilir, menggenangi wilayah luas dan menghancurkan banyak rumah serta lahan pertanian.

Salah satu bangunan yang terdampak adalah sebuah kuil kecil Dewa Tanah di Hengzhou. Rekaman yang beredar memperlihatkan banjir lumpur menutupi seluruh kawasan. Rumah-rumah bertingkat maupun rumah biasa di sekitarnya telah runtuh menjadi puing-puing, sementara dinding kuil juga roboh di banyak bagian. Meski demikian, patung Dewa Tanah tetap duduk tegak di posisi semula.

Dalam tradisi masyarakat Tiongkok, Dewa Tanah (Tudi Gong) merupakan dewa pelindung suatu wilayah yang sejak zaman dahulu dihormati sebagai penjaga desa dan lahan pertanian. Di berbagai daerah, ia dikenal dengan berbagai sebutan seperti Tudi Gong, Fu De Zheng Shen, atau Tudi Bo Gong, dan dipercaya membawa berkah, keselamatan, serta hasil panen yang baik.

Menurut warga setempat, kuil kecil tersebut dibangun dengan biaya sederhana dan tidak memiliki pondasi yang kokoh. Dibandingkan dengan rumah-rumah di sekitarnya yang bernilai ratusan ribu yuan namun hancur total, keadaan patung yang tetap utuh menjadi pemandangan yang sangat kontras.

Sebagian warga juga meyakini bahwa bendungan baru runtuh pada siang hari ketika sebagian besar penduduk sudah bangun, bukan pada tengah malam. Mereka percaya hal itu telah mengurangi jumlah korban jiwa.

Banyak warganet Tiongkok memberikan komentar, antara lain:

Ada juga yang mengaitkan peristiwa ini dengan kejadian lain di Provinsi Hubei, dengan mengatakan: “Manusia harus memiliki rasa hormat kepada kekuatan ilahi. Saat tornado berkekuatan sangat besar menerjang Huanggang, Hubei, papan nama Kuil Raja Naga tetap tidak terlepas. Kini banjir besar di hilir Waduk Liulan juga tidak merusak patung Dewa Tanah.”

Pada 6 Juli, sejumlah warga mengatakan bahwa sebelum tanggul Waduk Liulan jebol, pihak berwenang telah membuka seluruh pintu pelimpah (spillway) sekitar pukul 06.00 pagi. Namun mereka baru menerima pemberitahuan untuk mengungsi sekitar pukul 08.00, dua jam setelah pelepasan air dimulai. Hal ini memicu pertanyaan dari warga mengenai apakah peringatan evakuasi diberikan tepat waktu.

Akibat pelepasan air dan jebolnya tanggul, banjir dengan cepat menenggelamkan banyak desa di hilir. Di beberapa lokasi, kedalaman air dilaporkan mencapai setinggi bangunan dua lantai.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa kejadian di Nanning, Guangxi, bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali hujan lebat memicu banjir di Tiongkok, sering muncul laporan mengenai pelepasan air dari waduk tanpa pemberitahuan atau peringatan yang memadai kepada masyarakat. Menurut laporan itu, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab besarnya korban jiwa dan kerugian harta benda.

Mengenai jumlah korban, laporan menyebutkan bahwa setelah banjir di Guangxi, pemerintah Tiongkok pada awalnya mengumumkan dua orang meninggal, kemudian angka resmi tersebut meningkat menjadi 39 orang meninggal. Laporan itu juga menyebut bahwa sebagian warganet berspekulasi angka korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi daripada angka resmi, meskipun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Disusun oleh reporter Tang Zixuan / Li Quan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rosan Kaji Danantara Miliki Saham di Bursa, Berapa Persen?
• 9 jam lalu
0
thumb
Kuntadi Resmi Diusulkan Jadi Jampidsus, Mensesneg: Surat Sudah Masuk ke Presiden
• 12 jam lalu
0
thumb
DPRD Bali Sepakat Terima Seluruh Masukan Pemprov soal Raperda Produk Hukum Daerah
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemnaker Dorong Perusahaan Sediakan Fasilitas Daycare
• 16 jam lalu
0
thumb
Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Lemah Mental
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.