Serangan AS ke Iran Tewaskan 30 Warga Sipil

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Lebih dari 30 warga sipil meninggal akibat serangan AS di Iran bagian selatan selama beberapa hari terakhir. Sementara tujuh prajurit Iran gugur akibat serangan di tenggara.

"Seraya menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan, kami mengenang mereka yang telah gugur," ujar  menurut juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajeran  dalam sebuah unggahan di X.

Baca Juga
  • Perlawanan Irak Deklarasi Siap Bantu Iran Perang Lawan AS
  • Iran Tak Akan Biarkan AS Ikut Campur di Selat Hormuz
  • Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Ketum PBNU: Hentikan Kekerasan!

"Pemerintah akan mendampingi rakyat dengan segenap kekuatannya. Iran bagian selatan adalah jantung dari negeri ini."

Serangan AS juga menewaskan tujuh  tentara Iran di wilayah tenggara. Angkatan Darat Iran menyatakan akan merespons serangan terhadap Garnisun Bampour di Iranshahr, seraya menyebutnya sebagai "agresi pengecut".

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Respons tegas akan diberikan atas kejahatan ini pada waktu yang tepat," demikian bunyi pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Sebanyak 13 rudal AS menghantam fasilitas di sebuah kompleks militer di Bampour, menewaskan tujuh personel dari Brigade ke-388 dan melukai beberapa lainnya. Pihak militer menyatakan bahwa "langkah-langkah pertahanan pasif" telah membatasi jumlah korban.

Warga berjalan di dekat mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 9 Juli 2026. AS kembali menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Serangan AS tersebut "bertujuan menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin" dengan menyasar wisma tamu, pos penjagaan, dan fasilitas akomodasi di pangkalan tersebut.

Menurut kantor berita resmi IRNA, Gubernur Bushehr Mohammad Mozafari menyatakan bahwa proyektil AS yang jatuh di kota tersebut pada pagi hari tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia mengatakan bahwa pasukan AS menghantam empat lokasi di kota pelabuhan di wilayah barat itu pada hari Selasa. "Tim penyelamat saat ini bersiaga, dan situasi di kota tersebut tetap tenang," ujar gubernur kepada kantor berita itu.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aksi Brutal Pemuda di Kebumen: Keroyok Orang-Lempar Molotov ke Gudang Ekspedisi
• 10 jam lalu
0
thumb
Pertumbuhan Ekonomi China Melambat Tajam Jadi 4,3 Persen pada Kuartal II-2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Sosiolog: Putus Siklus Doom Spending Lewat Literasi Keuangan dan Regulasi Paylater
• 13 jam lalu
0
thumb
Komisi II Kawal Putusan MK 30% Caleg Perempuan: Parpol Langgar Tak Ikut Pemilu
• 6 menit lalu
0
thumb
Said Didu Dorong Penguatan Tata Kelola di Kementerian ESDM dan Ditjen Minerba
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.