Soal Pernyataan Deddy Sitorus Singgung Bahlil, Soksi Beri Kecaman Hingga Tuntut Permintaan Maaf

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Organisasi Masyarakat Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) mengecam keras pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang menyebut Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan sebutan 'si bolu ketan'.

"Pernyataan itu adalah cermin nyata dari serangan politik murahan tidak kredibel dan hanya menunjukkan keputusasaan politik di tengah degradasi etika internal partai. publik tidak bodoh dan bisa melihat kepicikan narasi ini," jelas Wasekjend Depinas Soksi Rouli Rajagukguk.

Menurutnya penggunaan diksi seperti "bolu ketan" oleh seorang pejabat tinggi partai selevel Ketua DPP PDIP adalah tanda degradasi etika kepemimpinan yang sangat memalukan.

"Ini bukan kritik substantif, melainkan pembunuhan karakter dengan cara merundung (bullying) secara pengecut," katanya.

Ia menjelaskan tudingan yang mengaitkan Bahlil dengan persoalan pengadaan batubara tidak memiliki dasar hukum yang jelas. 

"Tindakan Deddy Sitorus yang sangat reaktif ini adalah upaya pengecut untuk membangun narasi seolah-olah PDIP adalah pejuang korupsi, demi mengalihkan isu dari borok internal mereka sendiri," katanya.

Soksi menyatakan akan terus mengawal marwah partai dan para pemimpinnya dari segala bentuk fitnah dan pelecehan verbal.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jetour T1 Raup 800 SPK dalam Sebulan, Tipe PHEV Terbanyak
• 5 jam lalu
0
thumb
Timur Tengah Bergolak Lagi, Serangan Iran Picu Ledakan Besar-besaran di Kuwait, Teheran Bombardir Seluruh Aset Militer AS di Teluk
• 8 jam lalu
0
thumb
Trump Minta Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
• 7 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Lakukan Sidak di Pabrik Batu Kapur Bandung Barat, Sentil Nasib Buruh
• 7 jam lalu
0
thumb
Kylian Mbappe Kritik Penampilan Buruk Timnas Prancis usai Takluk dari Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.