foto: Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution pada konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (15/7/2026).
Mediaapakabar.com- Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan telah melayani sebanyak 1.099 warga Sumatera Utara melalui program berobat gratis Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sejak diberlakukan pada Oktober 2025 hingga saat ini. Seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut, RSU Haji Medan terus memperkuat kapasitas pelayanan melalui penambahan tempat tidur, fasilitas kesehatan, serta tenaga medis.
"Mendukung gerakan berobat gratis (Probis) dan UHC Prioritas yang digagas bapak Gubernur, RSU Haji Medan sebagai rumah sakit rujukan mengambil peran menerima masyarakat Sumut yang membutuhkan layanan kesehatan dengan mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara langsung," ujar Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution pada konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (15/7/2026).
Ridesman menjelaskan, dari total 1.099 pasien yang memanfaatkan program UHC Prioritas, sebanyak 738 orang menjalani rawat inap, 360 orang menjalani rawat jalan, dan hanya satu pasien yang dirujuk ke RS Adam Malik karena membutuhkan penanganan yang lebih lengkap.
"Inilah komitmen kami mendukung program berobat gratis. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Dari 1.099 pasien hanya satu orang saja yang kami rujuk ke RS Adam Malik karena pasien membutuhkan penanganan yang lebih lengkap," katanya.
Menurut Ridesman, RSU Haji Medan memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien tanpa membedakan status kepesertaan jaminan kesehatan.
"Kami tidak ada membedakan pelayanan kesehatan kepada warga yang datang, baik dengan pembiayaan BPJS mandiri, maupun warga yang memiliki BPJS sebelumnya dengan warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Semuanya kita berikan pertolongan kesehatan sesuai standar. Bahkan kalau ada warga yang BPJS-nya sudah tidak aktif kita registrasikan dan kartunya sudah bisa digunakan tidak perlu menunggu 14 hari tapi hanya 3 x 24 jam," paparnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya kunjungan pasien, RSU Haji Medan juga terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana. Kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) ditambah dari 10 menjadi 15 tempat tidur, ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dari tujuh menjadi 20 tempat tidur, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) dari 16 menjadi 27 tempat tidur.
Renovasi ruang NICU telah selesai, sedangkan pembangunan ICU dan IGD masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
"Selain sarana ruangan, kami juga meningkatkan SDM khususnya dokter spesialis juga menambah peralatan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan terhadap penyakit kanker, jantung, stroke, ginjal juga kesehatan ibu dan anak, sehingga kita tidak perlu lagi ke depannya merujuk pasien ke RS lain," ujar Ridesman.
Sementara itu, Pelaksana Harian Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSU Haji Medan Fitrady Ulianda Siregar mengatakan, hasil evaluasi kinerja menunjukkan kualitas pelayanan RSU Haji Medan terus mengalami peningkatan.
"Berdasarkan data evaluasi kinerja ada tiga indikator yang bisa dilihat yakni keterisian tempat tidur, lama rawatan di rumah sakit juga indeks kepuasan masyarakat dan tahun 2025 dari tiga layanan RSU Haji yakni rawat inap, rawat jalan dan IGD, keseluruhannya mengalami peningkatan," katanya.
Berdasarkan data tahun 2025, layanan rawat inap di RSU Haji Medan meningkat 20,42 %, layanan rawat jalan naik 18,20 %, sedangkan pelayanan IGD mengalami peningkatan tertinggi, yakni 34,24 %. (MC/DN)






Komentar (0)