Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta semua pihak meningkatkan deteksi dini aksi teror. Pengawasan terhadap anggota keluarga dan murid sekolah oleh orang sekitar harus lebih dimaksimalkan.
Hal itu disampaikan Sahroni merespons teror bom rakitan di MAN 3 Padang yang diduga dilakukan pelajar berusia 17 tahun. Terduga pelaku mempelajari cara membuat bahan peledak melalui media daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.
“Aksi lone wolf seperti ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Saya minta Densus 88, intelijen, dan jajaran institusi terkait bertanggungjawab untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman seperti ini," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga :
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Kota Padang, Pelaku Merupakan Siswa Sekolah"Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci,” ungkap Sahroni.
Sahroni menilai edukasi sangat penting. Sebab, keluarga dan sekolah tetap menjadi benteng pertama anak.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
"Kalau ada perubahan perilaku atau mulai terpapar pemahaman yang menyimpang, segera lakukan pendekatan dan laporkan agar bisa ditangani sejak dini. Namun jika sudah sampai melakukan aksi teror, aparat tentu harus bertindak tegas,” ujar Sahroni.
Sebelumnya, juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, menyebut mengamankan seorang pelajar berinisial R, 17. Berdasarkan hasil penyelidikan awal diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut.
Dalam pemeriksaan, R mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak melalui media daring. R terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.





Komentar (0)