Riset: Kebiasaan Minum Minuman Berpemanis Fruktosa Tingkatkan Risiko Hipertensi

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Minuman manis kerap dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tapi ternyata, temuan baru yang dipublikasikan oleh para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan University of Toronto, berikut ini bisa semakin memperkuat alasan kamu untuk mulai mengurangi konsumsi minuman manis tersebut.

Dikutip dari website resmi Harvard T.H. Chan School of Public Health, para peneliti melakukan penelitian kepada 26 ribu peserta selama 25 tahun, untuk melihat hubungan antara konsumsi fruktosa (gula dari minuman manis) sama kejadian hipertensi alias tekanan darah tinggi.

Hasilnya menunjukkan bahwa pemanis bersumber dari fruktosa, yang umumnya seperti terkandung pada minuman bersoda, minuman buah dengan tambahan gula, teh manis kemasan, hingga minuman olahraga; memiliki kaitan dengan peningkatan risiko darah tinggi.

Terutama pada mereka yang mengonsumsi sedikitnya dua porsi minuman berpemanis per hari, memiliki risiko hipertensi lebih tinggi; dibandingkan peserta yang mengonsumsi kurang dari tiga porsi minuman berpemanis per minggu.

Tak hanya itu, ditemukan pula bahwa setiap tambahan satu porsi minuman berpemanis per hari, dapat menyumbang risiko hipertensi sebesar 14 persen.

Kemudian, peneliti juga mengungkapkan bahwa minuman olahraga menyumbang peningkatan lebih besar terhadap risiko hipertensi, yakni sebesar 36 persen. Kendati minuman soda berpemanis menyumbang risiko lebih kecil yaitu 23 persen.

Para peneliti pun menyarankan untuk sebaiknya mengonsumsi makanan atau minuman dengan manis alami seperti berasal dari buah-buahan. Manisnya buah utuh tidak akan meningkatkan risiko hipertensi.

Disarankan untuk mengganti satu porsi minuman berpemanis setiap hari dengan buah utuh, cara ini dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 22 persen. Kemudian, minuman seperti susu dan air putih juga bisa membantu menurunkan risiko hipertensi sebesar 13 dan 9 persen.

Meski demikian, temuan Harvard ini enggak sepenuhnya melarang kamu mengonsumsi minuman manis. Studi ini bersifat observasional sehingga tidak bisa membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung, tapi cukup kuat buat jadi warning.

Jadi, dengan adanya temuan terbaru ini diharapkan bisa semakin memperkuat kamu buat membatasi konsumsi minuman berpemanis fruktosa untuk mencegah efek sampingnya di masa mendatang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Sebut Akan Cabut Kontrak Pengelola Aset Negara yang Mangkrak
• 6 jam lalu
0
thumb
Infografis Barang Bukti Fantastis Kasus Eks Jampidsus Febrie
• 21 jam lalu
0
thumb
Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp78 Ribu dalam Enam Bulan
• 2 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Dukung Pengembangan KDKMP, Harap Beri Manfaat ke Rakyat
• 7 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dorong Daya Saing UMKM Takalar Lewat Program PUMK dan Edukasi LPG
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.