Pria Muslim Ditikam Berkali-kali di Mal, Pelaku Ungkap Alasannya

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria ditangkap setelah menikam pria Muslim berkali-kali di sebuah pusat perbelanjaan di negara bagian Utah, Amerika Serikat (AS), dan mengaku sengaja memilih korban karena agamanya.

Dokumen pengadilan yang dirilis polisi pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat menyebut pelaku bahkan mengaku memiliki niat membunuh umat Muslim. Aparat menilai pria tersebut menjadi ancaman serius bagi masyarakat karena memiliki ideologi kekerasan dan diduga telah merencanakan aksi yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa.

Insiden itu terjadi di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah, pada Senin. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan korban pria mengalami banyak luka tusuk di sekujur tubuhnya dan kehilangan banyak darah. Korban berhasil diselamatkan setelah sejumlah warga yang berada di lokasi segera melumpuhkan pelaku sebelum polisi datang.


Baca: Trump Batalkan Rencana "Jatah Preman" 20% di Hormuz, tapi...

Pelaku diketahui bernama Peter Michael Larsen, 48 tahun. Berdasarkan catatan penjara Salt Lake County, ia ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan serta kepemilikan dan penggunaan senjata berbahaya yang dilarang.

Korban diketahui merupakan seorang pria Muslim yang bekerja di sebuah kios di pusat perbelanjaan tersebut. Dalam dokumen penahanan, polisi menyebut Larsen secara terang-terangan mengakui motif penyerangannya.

"Ia menargetkan korban dengan niat membunuhnya karena agamanya (Muslim)," demikian isi affidavit penahanan polisi, dilansir Reuters.

Polisi juga mengungkapkan bahwa selama pemeriksaan Larsen mengatakan dirinya "berniat membunuh umat Muslim". Aparat menilai pelaku "merupakan ancaman besar bagi masyarakat apabila dibebaskan berdasarkan tindakan kekerasannya, ideologi yang dianutnya, serta rencana aksi dengan korban massal yang telah dipersiapkan sebelumnya."

Menurut laporan Salt Lake Tribune yang mengutip Imam Shuaib Din, pemimpin Utah Islamic Center yang telah berkomunikasi dengan keluarga korban, pelaku sempat mendatangi korban secara tenang sebelum melakukan penyerangan.

Pelaku terlebih dahulu menanyakan nama korban, kemudian bertanya mengenai agamanya. Setelah itu, pelaku berpura-pura meminta sebotol air minum. Saat korban berbalik untuk mengambil air tersebut, pelaku langsung melancarkan serangan dengan menikam korban secara berulang kali.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Baca: Bukan Hormuz! Iran Bisa Tutup Selat Ini, Harga Minyak Bakal "Meledak"

Seorang teman korban membuat halaman penggalangan dana melalui GoFundMe yang menyebut korban mengalami 15 luka tusuk dan harus menjalani beberapa operasi.

Sementara itu, pelaku juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dialaminya ketika dilumpuhkan warga sebelum akhirnya resmi ditahan di Penjara Salt Lake County.

Kelompok advokasi hak-hak sipil di AS mencatat sentimen anti-Muslim terus meningkat selama lebih dari dua dekade sejak serangan 11 September 2001. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena tersebut juga dikaitkan dengan kebijakan anti-imigrasi, meningkatnya supremasi kulit putih, serta dampak dari perang Israel di Gaza.

Sejumlah serangan mematikan terhadap komunitas Muslim juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca: Warga Protes soal Pemilu, 9 Nyawa Melayang Usai Bentrok dengan Polisi

Pada 2023, seorang anak Muslim berusia enam tahun di Illinois tewas akibat penikaman. Pelaku kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 53 tahun sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani masa tahanan.

Sementara pada 2026, penembakan di sebuah masjid di San Diego menewaskan lima orang, termasuk dua remaja yang menjadi tersangka dalam insiden tersebut.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Pramono Anung: JPO Tendean Ditabrak Sopir Truk Crane Yang Teledor

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Peneliti Pantau Populasi Beruang Hitam Lewat Pemeriksaan Lapangan
• 15 jam lalu
0
thumb
Argentina Dituduh Dibantu Wasit, VARgentina Menggema di Piala Dunia 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
RiaMiranda Rilis Koleksi Hitam Pertamanya Lewat SMARA
• 22 jam lalu
0
thumb
Honda Kasih Bocoran Mobil Baru di GIIAS 2026, Debutnya Langsung di Asia Tenggara
• 22 jam lalu
0
thumb
Mitchell Baker Belum Pasti Bermain untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.