Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut dan semakin intensif dalam beberapa hari ke depan. Trump bahkan mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di wilayah Iran, kecuali negara itu bersedia kembali ke meja perundingan.
"Kita telah menghantam mereka sangat, sangat keras. Kita menghantam semuanya yang mereka miliki di sepanjang pesisir, di sepanjang tepi perairan... Serangan-serangan ini akan terus berlanjut sampai saya mengatakan cukup," kata Trump dalam wawancara dengan media AS Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (15/7/2026).
Saat ditanya apakah dirinya mempertimbangkan untuk menyerang target-target infrastruktur dan sektor energi Iran, Trump menjawab: "Saya akan menempatkan target energi sebagai target terakhir, namun pada akhirnya kita akan menghantam target-target energi tersebut,"
"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini. Kemudian kita akan menghantam mereka dengan sangat keras besok malam. Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras pada malam berikutnya," ucapnya.
"Lalu pekan depan, situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka, karena pekan depan giliran pembangkit listrik yang ditargetkan. Pekan depan giliran jembatan-jembatan. Kita akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka. Kita akan menghancurkan semua jembatan mereka, kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan," tegas Trump.
Trump mengatakan bahwa Iran "tidak punya pilihan" selain mencapai kesepakatan. Dia juga mengungkapkan bahwa perwakilan AS telah berkomunikasi dengan para pejabat Iran, bahkan satu jam sebelum wawancara dengan Fox News tersebut berlangsung pada Selasa (14/7).
"Mereka ingin mencapai kesepakatan... Sebaiknya Anda membuat kesepakatan. Jika tidak, tidak akan ada lagi yang tersisa dari pihak Anda," ujarnya.
(nvc/zap)






Komentar (0)