Harga emas menguat lebih dari 1 persen pada Selasa (14/7/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.
IDXChannel – Harga emas menguat lebih dari 1 persen pada Selasa (14/7/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan memicu harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Harga emas spot naik 1,29 persen menjadi USD4.052,78 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli pada awal sesi perdagangan.
Pelemahan dolar AS sebesar 0,6 persen turut menopang harga emas karena membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
"Emas melesat setelah laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang secara mengejutkan lebih rendah. Inflasi utama turun, sementara yang lebih penting inflasi inti tidak berubah dibandingkan 0,2 persen sebelumnya. Hal ini seharusnya memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga, setidaknya untuk pertemuan Juli dan September," kata analis logam independen Tai Wong, dikutip Reuters.
Data menunjukkan inflasi konsumen AS melambat lebih besar dari perkiraan pada Juni. Indeks CPI naik 3,5 persen dalam 12 bulan hingga Juni, setelah melonjak 4,2 persen pada Mei.
Sementara itu, inflasi inti tidak berubah secara bulanan setelah naik 0,2 persen pada Mei.
Setelah data tersebut dirilis, pelaku pasar membatalkan taruhan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 28-29 Juli.
Investor kini menantikan data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang dijadwalkan dirilis pada Rabu.
Dalam kesaksiannya di hadapan House Financial Services Committee, Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan bahwa fokus utama bank sentral saat ini adalah mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Di sisi geopolitik, Iran menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania, sementara AS melancarkan serangan selama lima jam terhadap target-target Iran dalam perebutan kendali Selat Hormuz.
Konflik tersebut mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat pekan.
"Dimulainya kembali konflik serius dengan Iran akan membuat inflasi utama bulan ini meningkat. Karena itu, reli emas kemungkinan tertahan di kisaran USD4.200 dalam beberapa sesi ke depan, sementara harga perak berpeluang mencapai USD63 hingga USD64," ujar Wong.
Inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong bank-bank sentral mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, sehingga membebani aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 2 persen menjadi USD58,79 per ons, platinum menguat 1,6 persen menjadi USD1.629,83 per ons, dan paladium melonjak 4,8 persen menjadi USD1.307,30 per ons. (Aldo Fernando)






Komentar (0)