JAKARTA, KOMPAS.com - Di saat kebanyakan Generasi Z (Gen Z) lebih senang menghabiskan waktu untuk menongkrong bersama teman, pergi ke mal, influencer bernama Azzahra Putri Santi (24) justru menempuh jalan berbeda.
Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMA) ia dan rekan-rekannya membangun sebuah komunitas bernama Seribu Satu Cita yang kini sudah bertransformasi menjadi sebuah yayasan.
Bersama yayasan yang didirikan, Gen Z yang akrab disapa Wawa telah melangkah jauh hingga ke pelosok Indonesia untuk mendampingi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga: Gerakan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah: Ada yang Rela Cuti, Ibu Tetap Mendominasi
Fokus kegiatan yayasannya adalah mendampingi anak-anak di wilayah 3T agar berani bermimpi lewat bangku pendidikan.
Di sisi lain, Wawa dan rekan-rekannya juga kerap membagikan betapa sulitnya anak-anak di wilayah 3T mengakses pendidikan.
Tujuannya hanya satu ingin pendidikan di Indonesia merata, sehingga anak-anak di wilayah 3T pun dapat merasakan bangku sekolah dengan mudah.
Bertahun-tahun melakukan pendampingan, Wawa menyaksikan kenyataan yang berkali-kali membuat hatinya pilu.
Sampai saat ini, belum semua anak di Indonesia bisa dengan mudah pergi ke sekolah, sebagian ada yang harus bertaruh nyawa dengan melewati hutan, menyeberang sungai, dan lain sebagainya hanya untuk belajar di kelas.
Pendidikan ditentukan cuacaSalah satu pengalaman yang tak terlupakan ketika Gen Z itu mengunjungi wilayah 3T di Riau yang merupakan tanah kelahirannya sendiri.
Di sana ia menyaksikan anak-anak harus menyeberang sungai menggunakan perahu ketika ingin pergi dan pulang sekolah.
Selama mendampingi anak-anak itu pergi ke sekolah dengan menyusuri sungai, hati Wawa selalu digelayuti rasa penasaran tentang bagaimana nasib mereka jika hujan deras tiba.
Baca juga: Penyaluran MBG Kembali Berjalan Usai 3 Minggu Disetop Selama Libur Sekolah
Untuk menjawab rasa penasarannya, Wawa terus menggali informasi dari siswa di wilayah 3T itu apakah tetap bisa bersekolah atau tidak ketika musim hujan.
"Mereka menjawab, 'Tergantung cuaca, Kak. Kalau perahu bisa lewat kami sekolah, kalau tidak kami pulang lagi'. Bagi saya, menyedihkan sekali ketika pendidikan anak ditentukan oleh cuaca dan lokasi kelahiran mereka," ucap dia.
Kondisi-kondisi seperti itu yang Wawa angkat sebagai konten di Instagramnya agar semakin banyak orang yang tahu dan mau membantu anak-anak di wilayah 3T supaya bisa mengakses pendidikan dengan mudah.
Gen Z yang memiliki pengikut sekitar 172 ribu di Instagram tersebut juga kerap melakukan penggalangan dana.






Komentar (0)