HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris diprediksi berlangsung sengit. Meski kedua tim tampil impresif sepanjang turnamen, Argentina dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiket ke partai final dan menghadapi Spanyol.
Berdasarkan analisis performa kedua tim, juara bertahan diprediksi mampu menundukkan The Three Lions dengan skor tipis 2-1. Pengalaman tampil di pertandingan-pertandingan besar serta kematangan permainan menjadi modal utama tim asuhan Lionel Scaloni untuk kembali melangkah ke laga puncak.
Sepanjang turnamen, Argentina menunjukkan permainan yang semakin matang. La Albiceleste tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Lionel Messi, meski kapten berusia 39 tahun itu tetap menjadi sosok sentral dalam mengatur ritme permainan dan menciptakan peluang.
Kehadiran Lautaro Martínez, Julián Álvarez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, hingga Rodrigo De Paul membuat lini serang Argentina tampil lebih variatif dan sulit diprediksi lawan.
Selain kualitas individu yang merata, pengalaman Argentina dalam menghadapi pertandingan sistem gugur menjadi nilai lebih. Mental juara yang terbentuk sejak menjuarai Piala Dunia sebelumnya membuat mereka dinilai lebih tenang ketika menghadapi tekanan di laga-laga besar.
Di kubu Inggris, pelatih Thomas Tuchel berhasil membangun tim yang lebih disiplin dan seimbang. The Three Lions mengandalkan Harry Kane sebagai ujung tombak, didukung kreativitas Jude Bellingham di lini tengah serta kecepatan Bukayo Saka dan Phil Foden dari sektor sayap.
Produktivitas serangan Inggris sepanjang turnamen menjadi salah satu yang terbaik. Namun, menghadapi organisasi permainan Argentina diperkirakan menjadi tantangan terbesar mereka sejauh ini.
Pertandingan diprediksi berlangsung terbuka sejak menit awal. Inggris kemungkinan akan mengambil inisiatif menyerang melalui permainan cepat di kedua sisi lapangan, sedangkan Argentina lebih memilih membangun serangan dengan sabar sambil menunggu celah untuk melancarkan kombinasi umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas mereka.
Pertarungan di lini tengah diyakini menjadi kunci jalannya pertandingan. Duel Jude Bellingham melawan Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister diperkirakan akan menentukan penguasaan bola sekaligus ritme permainan.
Selain itu, duel Cristian Romero menghadapi Harry Kane juga diprediksi menjadi salah satu penentu hasil pertandingan. Romero dikenal tangguh dalam duel satu lawan satu, sedangkan Kane memiliki insting mencetak gol yang sangat tajam di dalam kotak penalti.
Meski Inggris memiliki kedalaman skuad yang berkualitas, pengalaman Argentina di fase gugur diperkirakan menjadi pembeda. Albiceleste beberapa kali menunjukkan kemampuan bangkit di bawah tekanan dan memanfaatkan peluang secara efektif.
Berdasarkan performa sepanjang turnamen, Argentina diperkirakan memiliki peluang sekitar 55 persen untuk meraih kemenangan, sementara Inggris berada di kisaran 45 persen. Selisih yang tipis tersebut menunjukkan laga diprediksi berlangsung ketat dan kemungkinan ditentukan oleh satu momen krusial.
Secara keseluruhan, Argentina diprediksi keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Lionel Messi diperkirakan kembali memainkan peran penting sebagai kreator serangan, sementara Lautaro Martínez atau Julián Álvarez berpeluang mencetak gol penentu kemenangan yang mengantarkan La Albiceleste ke final menghadapi Spanyol.
Sementara itu, Lionel Messi mengaku sangat antusias menyambut duel melawan Inggris. Kapten Argentina tersebut menyebut pertandingan semifinal memiliki arti yang istimewa karena menjadi kali pertama dalam kariernya menghadapi The Three Lions di ajang internasional.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat istimewa. Saya belum pernah bermain melawan Inggris sebelumnya, jadi tentu ini akan menjadi pengalaman yang berbeda. Yang terpenting, kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin karena target kami adalah mencapai final,” ujar Messi.
Pemenang pertandingan Argentina kontra Inggris akan menghadapi Spanyol yang lebih dulu memastikan tempat di final usai mengalahkan Prancis dengan skor 2-0. Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, partai puncak Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia dalam duel yang dipastikan menyita perhatian publik internasional.






Komentar (0)