BI Dinilai Masih Punya Ruang Naikkan Suku Bunga hingga Level 6,25 Persen

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk melakukan pengetatan suku bunga acuan (BI-Rate) hingga akhir 2026. 

BI Dinilai Masih Punya Ruang Naikkan Suku Bunga hingga Level 6,25 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk melakukan pengetatan suku bunga acuan (BI-Rate) hingga akhir 2026. 

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Irman Faiz memproyeksi  BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali hingga ke level 6,25 persen.

Baca Juga:
Inflasi AS Melandai pada Juni 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Tinggi

"Kalau perkiraan kita, kita masih punya dua kali kenaikan 25 basis point (bps) ruang sampai di 6,25 (persen) dengan asumsi rupiahnya itu volatility-nya masih akan tertekan,” kata Irman di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Namun, Irman menggarisbawahi ruang pengetatan tersebut akan sangat bergantung pada tingkat volatilitas nilai tukar rupiah serta dengan mempertimbangkan sentimen global.

Baca Juga:
Harga Emas Jatuh 3 Persen, Konflik Timur Tengah Hidupkan Lagi Ancaman Suku Bunga Tinggi

“Kalau misalnya tensi geopolitiknya masih berkelanjutan, tapi kalau misalnya tidak harusnya tidak perlu diutilisasi," imbuhnya.

Merespons efektivitas intervensi moneter dalam menahan depresiasi nilai tukar rupiah, Irman memandang BI telah mengerahkan seluruh instrumen bauran kebijakan (policy mix) yang dimilikinya secara intensif.

Kendati demikian, stabilitas kurs tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan satu lini (single wing), tetapi juga membutuhkan dukungan kuat dari kebijakan fiskal pemerintah.

"Sebenarnya kebijakan yang dilakukan sudah ditempuh semua, tapi memang tentu dalam bauran kebijakan tidak bisa satu wing saja yang bergerak tetapi juga harus dua-duanya, dari fiskal juga harus berbenah. Dan kita lihat sudah mengarah ke situ," kata Irman.

Lebih lanjut, Irman menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk tetap disiplin dan patuh terhadap batas-batas koridor pengelolaan negara yang menjadi perhatian utama para investor asing.

Beberapa indikator penting tersebut mencakup penjagaan batas defisit fiskal APBN serta keberhasilan eksekusi dari draf transformasi kebijakan ekonomi makro.

“Mulai dari defisit fiskal, kemudian eksekusi dari transformasi kebijakan seperti pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia dan lain-lain itu eksekusinya harus baik karena sentimennya cukup positif tapi akan tergantung ke depannya dengan bagaimana eksekusinya," kata Irman.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Versi Menteri Agus Andrianto: Febrie Adriansyah Dicekal 20 Hari Sesuai Rekes Polri
• 15 jam lalu
0
thumb
Fakta-fakta Mbah Lanjarsari di Sleman Jadi Korban Mafia Tanah
• 9 jam lalu
0
thumb
Update Harga Emas Pegadaian: Galeri24 dan UBS Kompak Menguat
• 1 jam lalu
0
thumb
Mantan juara dunia Andy Ruiz bersiap untuk tugas pertama hadapi Knyba
• 6 jam lalu
0
thumb
Transjakarta Rekayasa Rute Koridor 13 Imbas JPO Tendean Ditabrak
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.