HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Timnas Spanyol untuk sementara unggul 1-0 atas Prancis pada babak pertama semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AT&T Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. La Furia Roja tampil lebih dominan sepanjang 45 menit pertama dan berhasil memanfaatkan peluang melalui tendangan penalti Mikel Oyarzabal.
Gol semata wayang Spanyol lahir pada menit ke-22. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang Prancis. Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa tim asuhan Luis de la Fuente memimpin 1-0.
Sepanjang babak pertama, Spanyol tampil lebih menguasai jalannya pertandingan. Permainan kolektif dengan umpan-umpan pendek membuat Prancis kesulitan merebut bola dan mengembangkan permainan.
Sebaliknya, Les Bleus tampil di bawah tekanan. Tim asuhan Didier Deschamps kesulitan membangun serangan dari lini belakang akibat pressing tinggi yang diterapkan para pemain Spanyol.
Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele beberapa kali mencoba memanfaatkan kecepatan dalam skema serangan balik. Namun, rapatnya organisasi pertahanan Spanyol membuat peluang-peluang Prancis mampu dipatahkan sebelum benar-benar membahayakan gawang lawan.
Sebelum pertandingan, bek Prancis Jules Kounde memang telah mengingatkan rekan-rekannya mengenai kekuatan utama Spanyol yang terletak pada permainan kolektif dan penguasaan bola.
“Kekuatan Spanyol adalah permainan kolektif mereka, penguasaan bola mereka. Kami memiliki gaya bermain yang sedikit berbeda, berdasarkan transisi, meskipun kami ingin menguasai bola untuk membuat mereka melakukan kesalahan. Melawan Spanyol, Anda tidak bisa membiarkan mereka menguasai bola selama 90 menit karena pada akhirnya mereka akan menemukan ruang dan membuat Anda kelelahan,” ujar Kounde.
Peringatan tersebut terbukti pada babak pertama. Spanyol mampu mendikte tempo permainan dan memaksa Prancis lebih banyak bertahan dibanding menyerang.
Kounde juga sempat menanggapi komentar Lamine Yamal yang sebelumnya menyebut Prancis seharusnya takut menghadapi Spanyol. Menurut bek Barcelona itu, pernyataan Yamal bukan bentuk sikap meremehkan lawan, melainkan wujud rasa percaya diri.
“Saya mengenal Lamine dengan sangat baik, dan ini menunjukkan kepercayaan diri dan motivasi tambahan baginya,” kata Kounde.
Meski tertinggal satu gol, peluang Prancis untuk bangkit masih terbuka. Les Bleus memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan mengubah jalannya pertandingan, seperti Mbappe, Michael Olise, hingga Désiré Doué yang bisa menjadi pembeda pada babak kedua.
Sementara itu, Spanyol diprediksi akan tetap mempertahankan gaya bermain berbasis penguasaan bola sambil berusaha menambah keunggulan demi mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Dengan keunggulan sementara 1-0, pertandingan masih sepenuhnya terbuka. Babak kedua diperkirakan berlangsung semakin sengit karena Prancis dipastikan akan tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan, sedangkan Spanyol berusaha mempertahankan dominasi sekaligus mencari gol kedua untuk memperbesar peluang lolos ke partai puncak.






Komentar (0)