Gelombang panas tewaskan sedikitnya 14.000 orang di Eropa

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Data kematian awal dan estimasi peneliti menunjukkan sedikitnya 14.000 orang meninggal di enam negara Eropa yang paling terdampak gelombang panas pada akhir Juni, jauh di atas tingkat kematian normal, lapor Politico.

Pada paruh kedua Juni, sekitar 2.000 kematian dini tercatat di Prancis, 1.740 di Belgia, 6.800 di Jerman, dan 480 di Belanda, ungkap laporan yang dirilis Senin.

Spanyol dan Inggris juga terdampak gelombang panas dengan masing-masing sekitar 810 dan 2.200 kematian selama periode yang sama.

Laporan tersebut menyebut kematian itu diduga berkaitan dengan gelombang panas karena para peneliti tidak menemukan penyebab lain atau ancaman kesehatan masyarakat yang dapat menjelaskan lonjakan kematian tersebut.

Gelombang panas ekstrem melanda Eropa sejak pertengahan Juni, dengan suhu di sejumlah negara mendekati, bahkan di beberapa wilayah melampaui, 40 derajat Celsius.

Pada pekan terakhir Juni, sejumlah negara Eropa mencatat rekor suhu tertinggi baru selama periode gelombang panas.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Italia dikepung gelombang panas, suhu udara bisa tembus 45C

Baca juga: Gelombang panas sebabkan kunjungan ruang gawat darurat di Italia naik

​​​​​​​


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mahasiswi UTU Meulaboh Raih Medali Perunggu di Singapura, Ubah Sampah Jadi Sabun
• 21 jam lalu
0
thumb
Bahaya Jebolnya Tanggul Lumpur Lapindo yang Terus Mengintai
• 14 jam lalu
0
thumb
Polda Jambi Mengungkap Pembobolan Rekening 6.609 Nasabah Bank Jambi, Kerugian Mencapai Rp144,82 Miliar
• 22 menit lalu
0
thumb
Polisi Investigasi Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswa USU
• 8 jam lalu
0
thumb
Relaksasi Kuota Produksi Nikel Jadi Katalis Positif Saham Tambang
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.