jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/7)
Dalam kunjungan kerja tersebut, Mensos yang didampingi Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono disambut meriah oleh penampilan baris-berbaris dari siswa-siswi Sekolah Rakyat Terapan (SRT) 78 Kabupaten Sragen serta yel-yel dari para calon siswa.
BACA JUGA: Mendikdasmen: MPLS Ramah Harus Jadi Pengalaman Pertama yang Menyenangkan Bagi Murid
Acara pembukaan ini juga dimeriahkan dengan atraksi pencak silat oleh Arya Purbaya, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wamensos, Agus Jabo Priyono disambut penampilan baris-berbaris dari siswa-siswi Sekolah Rakyat Terapan (SRT) 78 Kabupaten Sragen dan yel-yel dari calon siswa.
BACA JUGA: MPLS Mulai Senin Besok, Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Natuna Mulai Masuk Asrama
Kemudian, ada juga penampilan pencak silat dari Arya Purbaya, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta.
Gus Ipul dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, menyampaikan ada sekitar 28 ribu siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Jumlah tersebut terdiri atas jenjang SD, SMP dan SMA yang tersebar di beberapa titik Sekolah Rakyat.
BACA JUGA: Hari Ketiga MPLS SMP Negeri 249 Jakarta Terasa Istimewa
"Ini masih akan bertambah terus (jumlahnya)," ujar Gus Ipul dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa.
Mensos menjelaskan tidak ada sistem pendaftaran bagi murid-murid yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi hanya ada proses penjangkauan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini timnya bupati, wali kota atau timnya gubernur di tingkat provinsi. Kerja sama bersama Dinas Pendidikan setempat, bersama BPS untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul sempat berdialog dengan calon siswa-siswi yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia menanyakan kesiapan para murid yang nantinya menimba ilmu di sekolah berkonsep asrama ini.
"Siap sekolah?" tanya Gus Ipul kepada para calon siswa.
"Siap!" jawab mereka kompak dan penuh semangat.
"Ada yang ingin mundur?" tanya Gus Ipul lagi.
"Tidak!" jawab para murid dengan tegas.
"Alhamdulillah, semuanya sudah semangat sekolah," ujar Gus Ipul.
Murni, ibu salah seorang calon siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen mengaku sangat senang anaknya, Septiana Selfi Safira (12) bisa melanjutkan pendidikan. Ia berharap anaknya kelak menjadi sosok yang pintar, sukses, dan bisa menggapai cita-cita sebagai guru matematika.
"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika," tutur Murni.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)