6 Bulan Usai Viral, Warga Sebut Truk Sampah Masih Buang Muatan di Tanggul Muara Baru Jakut

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas pembuangan sampah dan puing di sekitar tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, masih terjadi meski persoalan tersebut sempat viral pada Januari 2026.

Arie (bukan nama sebenarnya), salah seorang warga sekitar, mengatakan aktivitas pembuangan sempat berhenti sekitar sepekan setelah kondisi tanggul menjadi sorotan di media sosial.

Namun, setelah itu truk pengangkut sampah dan puing kembali berdatangan, meski intensitasnya tidak sebanyak sebelumnya.

Baca juga: Trauma 2007 Belum Hilang, Warga Muara Baru Jakut Tolak Pengurukan di Dekat Tanggul

"Kalau untuk mulai aktivitas lagi tuh ya setelah seminggu itu, cuma enggak terlalu intens. Kayak satu sampai empat truk gitu (sehari)," tutur Arie kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2026).

Menurut Arie, material yang dibuang beragam, mulai dari puing bangunan, batang pohon dan dedaunan, hingga sampah plastik.

Ia bahkan mengaku pernah memergoki truk yang mengangkut sampah dengan muatan ditutupi terpal.

Baca juga: Dulu Ramai Pemancing dan Bocah Berenang, Kini Pesisir Muara Baru Penuh Puing dan Sampah

"Kalau yang kita temuin itu, sempet kita tahan itu sampah, termasuk bekas pohon daun gitu, sama puing campur-campur. Satu kita temuin satu mobil itu sampah malah dalamnya, cuma ditutupin terpal," ungkap dia.

Arie menilai hingga kini belum ada langkah tegas untuk menghentikan aktivitas tersebut. Menurutnya, upaya yang dilakukan sejauh ini baru sebatas penghentian sementara dan pengawasan.

Ia juga menyinggung janji pemerintah untuk memasang portal, pagar, dan penyegelan akses menuju lokasi yang hingga kini belum terealisasi.

"Bahkan janji pemerintah itu untuk bikin portal di situ dan segel itu, sampai sekarang belum ada, dan pagar juga katanya mau dibikin sampai sekarang belum ada," ujar dia.

Senada, Fatan (bukan nama sebenarnya) mengatakan aktivitas pembuangan sempat berhenti setelah kasus itu mencuat, tetapi kembali berlangsung tidak lama kemudian.

Baca juga: Di Permukiman Tanpa Cahaya, Warga Muara Baru Tetap Menjaga Hidup Menyala

"Habis itu masih tetep ada yang masuk tapi enggak banyak, paling sehari satu. Umpet-umpetan itu juga, malem. Nah udah jarak sebulan, kemudian udah jarak sebulan ada ini lagi, udah los," ungkap dia saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi, Selasa.

Fatan berharap aktivitas yang dinilainya mencemari lingkungan itu segera dihentikan apabila memang terbukti ilegal.

Menurut dia, pemerintah perlu mengusut pihak yang diduga menjadi aktor di balik pembuangan sampah dan puing ke kawasan laut serta tanggul Muara Baru.

"Harusnya dicari benang merahnya sih. Dimulai benang merahnya itu dari mana. Pasti kan semua ini kan ada indikasi, ada pemimpinnya. Ada pemimpinnya, siapa yang berkepentingan dan terlibat sama pembuangan ilegal ini," jelas dia.

Baca juga: Tinggal di Permukiman Padat dan Gelap, Warga Muara Baru Rindu Cahaya Matahari

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga meminta penegakan hukum tidak berhenti pada pemberian sanksi denda, melainkan menyasar pihak yang diduga menjadi dalang di balik aktivitas tersebut.

"Harusnya diusut juga sampai ke yang berkepentingan itu, siapa pemimpinnya, dicari. Bukan hanya dikenakan denda. Karena denda 500 ribu itu, seandainya 500 ribu per hari, mungkin bisa nutup buat dia kalau seandainya ada 10 mobil masuk," tambah Fatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas
• 11 jam lalu
0
thumb
Kapolres Bogor Datangi Kejari Bogor: Perkuat Penegakan Hukum
• 12 jam lalu
0
thumb
Rupiah Sentuh Rp18.000/US$, Purbaya: Investor Akan Kembali ke RI
• 12 jam lalu
0
thumb
Jejak Kontroversi Gus Miftah: Klaim Keturunan Kiai, Hina Penjual Es Teh hingga Kini Terseret Dugaan Korupsi
• 7 jam lalu
0
thumb
Said Iqbal: BPJS Ketenagakerjaan Beri Sinyal Setujui Usulan Pajak JHT 0%
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.