Viral Pasien Epilepsi Mengaku Dilecehkan, Perawat RSUD Martapura Angkat Bicara

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Peristiwa dugaan pelecehan seksual yang diduga oleh perawat RSUD Martapura kepada pasien epilepsi membuat heboh media sosial (medsos), khususnya di Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan. 

Kejadian berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, saat pasien penderita epilepsi yang dirawat di RSUD Martapura tiba-tiba berteriak histeris dan mengaku dilecehkan oleh perawat jaga. Suami pasien yang merupakan seorang konten kreator kemudian merekam video yang menarasikan dugaan pelecehan seksual tersebut dan mengunggahnya di medsos.

Sulung, perawat pasien tersebut dengan tegas membantah terjadinya pelecehan yang disebar di medsos. Menurutnya ia dan satu perawat jaga memang melakukan perawatan terhadap pasien, namun tuduhan tersebut menurutnya fitnah. 

"Saya selama berjaga di situ, bukan saya saja yang menyentuh pasien. Jadi ada dokter, ada teman saya, terus ada yang bersangkutan untuk pemeriksaan. Saya tidak pernah melecehkan siapapun," ujarnya dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 14 Juli 2026. 

Baca Juga :

Polisi Diminta Gerak Cepat Usut Dugaan Pelecehan Pasien di OKU Timur
Ia mengaku tidak mengetahui motivasi dari pasien menyebarkan berita tersebut. Namun ia akan melaporkan tuduhan di medsos tersebut kepada pihak berwajib. 

"Saya akan melaporkan," ucapnya. 

Pihak RSUD Martapura saat dikonfirmasi menyebut pelecehan itu tidak mungkin bisa dilakukan, lantaran saat kejadian ada pasien lainnya yang juga dirawat di ruang ICU dan tidak ada sekat yang membatasi antara pasien satu dengan pasien lain. Diduga pasien berhalusinasi akibat efek samping obat penenang yang dikonsumsi. 

"Kalau sesuai keterangan dari korban itu, menurut saya kemungkinan untuk terjadinya pelecehan itu sangat kecil dan tidak mungkin karena ini ruangannya terbuka. Kemudian yang dinas juga ramai, lebih dari dua orang. Kemudian di sebelah situ juga ada pasien dan ada keluarga pasien yang menunggu. Jaraknya juga tidak ada sekat dan berdekatan. Jadi tidak mungkin terjadi pelecehan," kata Dokter RSUD Martapura, Riko. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Heboh Uang Kertas Pecahan Rp5.000.000 Disebut Jadi Rupiah Baru, Begini Penjelasan BI
• 17 jam lalu
0
thumb
Permudah Warga, Gunungkidul Terapkan Aplikasi E-Kelurahan Garapan UNY
• 6 jam lalu
0
thumb
KPK Sita Barang Bukti Elektronik Hasil Geledah Rumah Anggota V BPK Bobby Rizaldi
• 5 jam lalu
0
thumb
Diusulkan Tangani Perkara Eks Jampidus Febrie, Ketua KPK: Terlalu Dini, Tunggu Proses
• 12 jam lalu
0
thumb
Mendagri Ingin Integritas dan Kapasitas Kepala Desa Diperkuat
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.